Jakarta – Nilai ekspor nonmigas pada Januari–November 2024 mencapai USD 226,91 miliar. Angka ini naik 2,24 persen (CtC) dari USD 221,94 miliar pada periode yang sama di 2023.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan sejumlah produk ekspor nonmigas mengalami lonjakan. Barang besi dan baja (HS 73) naik menjadi USD 1,74 miliar. Logam mulia dan perhiasan (HS 71) naik USD 1,56 miliar. Kakao (HS 18) tumbuh USD 1,21 miliar, dan tembaga (HS 74) meningkat USD 1,17 miliar.
BACA JUGA:Â Industri Kabel Indonesia Berpotensi Buka Peluang Pasar Ekspor
“Kementerian Perdagangan optimistis mencapai target pertumbuhan ekspor nonmigas 2024,” ujar Budi, Sabtu (21/12/2024).
Lebih lanjut, ia menyebutkan beberapa negara tujuan ekspor mengalami kenaikan signifikan. Australia naik 65,09 persen, Rusia 39,38 persen, Brasil 33,84 persen, Turki 30,02 persen, dan Arab Saudi 25,98 persen (CtC).
Penurunan dan Peningkatan Ekspor
Total ekspor November 2024 senilai USD 24,01 miliar, turun 1,70 persen dari Oktober 2024 (MoM). Penurunan ini akibat ekspor nonmigas turun 1,67 persen, sedangkan migas turun 2,10 persen (MoM).
Meski begitu, ekspor November 2024 meningkat 9,14 persen dibanding November 2023 (YoY). Penurunan ekspor nonmigas pada bulan itu disebabkan turunnya ekspor barang tembaga (HS 74) sebesar 26,66 persen. Kopi, teh, rempah-rempah (HS 09) turun 21,34 persen. Bijih logam (HS 26) turun 21,33 persen. Kakao (HS 18) turun 15,42 persen, dan pulp kayu (HS 47) turun 14,34 persen (MoM).






