Ekuinoks Maret Datang, Ini Alasan Kenapa Tubuh Terasa Lebih ‘Lengket’ dan Gerah

Kenapa Tubuh Terasa Lebih Gerah?

Saat ekuinoks terjadi, wilayah di sekitar khatulistiwa seperti Indonesia menerima paparan sinar Matahari secara lebih tegak lurus. Akibatnya, energi panas yang diterima permukaan Bumi meningkat.

Selain itu, faktor kelembapan udara yang tinggi membuat keringat sulit menguap. Inilah yang menyebabkan tubuh terasa lebih lengket dan gerah, bahkan setelah mandi.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya angin dan meningkatnya suhu udara harian, yang membuat sensasi panas semakin terasa sepanjang hari.

Ciri khas lain dari ekuinoks adalah durasi siang dan malam yang hampir sama, yakni sekitar 12 jam. Matahari terbit hampir tepat di timur dan terbenam di barat.

Meski demikian, karena efek pembiasan atmosfer, durasi siang bisa sedikit lebih panjang dibanding malam di beberapa wilayah.

BACA JUGA: Bali–Jawa Lumpuh Saat Mudik, Pakar Desak Solusi Darurat untuk 2027

Fenomena ekuinoks memang berlangsung setiap tahun, namun dampaknya tetap bisa dirasakan secara signifikan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Dengan memahami penyebabnya, masyarakat diharapkan bisa lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang terasa lebih panas dan gerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *