FDSP Mendukung RUU Kesehatan Disahkan

JakartaDukungan tersebut datang dari dr Benutomo Rumondo yang mewakili Forum Dokter Susah Praktik (FDSP). Menurut dr Benu, banyak warga negara Indonesia selama ini yang sedang menempuh studi kedokteran di luar negeri mengalami kesulitan saat kembali ke Indonesia.

Hal Ini disebabkan, karena proses adaptasi lama dengan memakan waktu hingga bertahun-tahun dan terkendala saat ingin buka praktik di Indonesia.

“Ini salah satu kasus nyata loh. Dia karena adaptasi sulit di sini, sudah hampir 2 tahun, belum selesai juga, sudah deh saya kembali ke Jerman, karena di Jerman sudah jadi Kepala Departemen bagian salah satu unit bedah saraf, dia sudah dipanggil-panggil juga oleh RS di Jerman,” kata dr Benu.

Permasalahan seperti ini, terjawab dalam RUU Kesehatan Omnibus Law yang mengatur proses maksimal adaptasi dan mempermudah praktik dokter lulusan LN dengan tidak lagi mewajibkan uji kompetensi untuk beberapa lulusan universitas ternama termasuk Harvard University

dr Yenni Tan mengatakan mendukung RUU Kesehatan, karena kekurangan dokter, baik dokter umum maupun spesialis di banyak daerah di Indonesia yang sangat nyata, apalagi di daerah wilayah Indonesia Timur.

“Menurut data dari Kemenkes, Indonesia saat ini hanya ada 51.949 dokter spesialis. Jumlah ini sangat kurang jika dibandingkan dengan rasio penduduk,” terang dr Yenni Tan Ketua FDSP, Jumat (30/6/2023).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *