Gemuruh Bass yang Kini Sunyi, Mengenang Perjuangan Donny Fattah (God Bless)

Meski terbatas, Donny sempat memberikan penampilan “perpisahan” di atas panggung Balai Sarbini tahun lalu, di mana beliau tetap hadir meski hanya sanggup membawakan beberapa lagu.

Kepergian Donny Fattah dan Vidi Aldiano di hari yang sama dan di bulan yang suci bagi umat Muslim menciptakan gelombang simpati yang luar biasa. Donny dikenal keluarga sebagai sosok ayah yang sangat taat dalam beragama dan telah menunaikan tugasnya dengan luar biasa dalam mendidik anak-anaknya. Kepergiannya di hari Sabtu pada bulan Ramadan dianggap keluarga sebagai tanda ketakwaannya selama hidup.

Jenazah sang legenda dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, setelah menunggu cuaca dan kesiapan liang lahat.

Maret 2026 menjadi saksi berhentinya dua detak jantung yang selama ini memberi warna bagi musik Indonesia. Vidi Aldiano dengan keramahannya, dan Donny Fattah dengan dentuman bassnya yang ikonik. Keduanya telah menyelesaikan perjuangan melawan penyakit masing-masing dengan kepala tegak. Indonesia tidak hanya kehilangan musisi, tapi juga guru tentang arti resiliensi dan dedikasi.

BACA JUGA: Gubernur Banten Diminta Segera Terbitkan Pergub Pesantren

Selamat jalan, Mas Donny Fattah. Selamat jalan, Vidi Aldiano. Nuansa Bening dan Semut Hitam akan tetap abadi di telinga kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *