Selain itu, pemerintah juga membahas berbagai skenario fiskal untuk mengantisipasi potensi berlarutnya konflik geopolitik global. Pemantauan perkembangan situasi internasional terus dilakukan guna menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal lanjutan yang adaptif dan responsif.
Langkah efisiensi yang tengah dimatangkan mencakup penyesuaian kembali struktur belanja kementerian dan lembaga, tanpa mengganggu pelaksanaan program-program prioritas nasional. Pemerintah memastikan bahwa agenda strategis tetap berjalan, meskipun dilakukan penghematan pada pos-pos anggaran tertentu.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan bahwa efisiensi anggaran akan difokuskan pada Anggaran Biaya Tambahan di kementerian dan lembaga. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan yang lebih terukur untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa harus mengubah struktur besar APBN.
BACA JUGA:Â Gilimanuk Diserbu Pemudik, ASDP Tambah Armada hingga 35 Kapal
Dengan strategi tersebut, pemerintah menegaskan arah kebijakan fiskal yang konsisten: menjaga defisit tetap terkendali di bawah 3 persen, sekaligus meningkatkan kualitas belanja negara agar lebih efektif dalam menghadapi tekanan global.






