RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut akhirnya angkat bicara ke publik setelah status hukumnya berubah menjadi tersangka.
Gus Yaqut juga membeberkan alasan di balik sikap diamnya selama proses penyelidikan berlangsung, sekaligus menyampaikan keyakinannya bahwa kebenaran tidak pernah benar-benar bisa disembunyikan.
BACA JUGA: Gus Yaqut Bantah Semua Tuduhan Soal Korupsi Kuota Haji
Menurutnya, sejak awal ia dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), posisinya masih sebagai saksi. Karena itu, ia memilih untuk tidak membuat pernyataan terbuka agar proses hukum berjalan objektif tanpa terpengaruh narasi liar di ruang publik.
“Ketika saya mendapatkan beberapa panggilan dari KPK, status saya masih sebagai saksi. Maka saya menyampaikan apa yang saya tahu sebagai saksi. Saya memilih untuk tidak memberikan respon ke publik supaya arah penyelidikan objektif, tidak terpengaruh oleh narasi-narasi yang mungkin berkembang secara liar,” ujar Gus Yaqut dalam sebuah podcast YouTube Ruang Publik yang tayang Kamis (15/1/2026).
Ia menegaskan, seluruh keterangan yang dibutuhkan telah ia sampaikan secara lengkap kepada penyidik. Sikap diam itu, menurutnya, justru bentuk penghormatan terhadap proses penegakan hukum.
“Saya ingin menjaga objektivitas aparat penegak hukum (KPK) dalam penyelidikan kasus ini. Toh, semua sudah saya sampaikan ke penyidik,” lanjutnya.
Namun, situasi berubah ketika status hukumnya meningkat menjadi tersangka. Pada titik itulah, Gus Yaqut merasa perlu berbicara ke publik, setidaknya untuk meredam spekulasi dan tudingan yang menurutnya sudah mengarah pada penghakiman sebelum proses peradilan berjalan.
“Secara umum, saya bicara agar setidaknya mengurangi spekulasi-spekulasi yang beredar, tuduhan-tuduhan liar, bahkan yang mungkin sudah menghakimi sebelum proses pengadilan itu terjadi. Sekarang saya merasa harus bicara karena status saya sudah berbeda,” tegasnya.
Meski demikian, Gus Yaqut menyatakan tetap berpegang pada keyakinan dasarnya. Ia percaya, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, tanpa perlu dibela secara berlebihan.
“Saya meyakini kebenaran itu akan menemukan jalannya sendiri. Saya tidak perlu memberikan penjelasan apa pun selama saya meyakini apa yang saya lakukan itu benar. Tapi ketika status saya sudah menjadi tersangka, maka saya harus bicara tentang kebenaran yang saya yakini dan hal-hal yang menurut saya tidak melanggar hukum di negeri ini,” katanya.
Tak Menyesal
Di tengah tekanan dan situasi berat yang kini dihadapinya, Gus Yaqut menegaskan tidak menyesali kebijakan-kebijakan yang pernah ia ambil selama menjabat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia menekankan bahwa seluruh keputusan itu didasari niat melindungi keselamatan jemaah, terutama jemaah lanjut usia yang ia ibaratkan seperti orang tua sendiri.






