Gus Yaqut: Kebenaran Akan Menemukan Jalannya Sendiri

“Jika keputusan itu berujung pada situasi seperti sekarang, saya tetap akan bertahan pada keputusan tersebut,” ujarnya mantap.

Bahkan, jika waktu bisa diputar ulang, Gus Yaqut menegaskan akan mengambil langkah yang sama, apa pun risikonya.

“Menjaga keselamatan jiwa jemaah haji Indonesia jauh lebih berharga daripada keselamatan diri saya sendiri,” jelas dia.

Gus Yaqut juga memaparkan capaian penyelenggaraan haji di masa kepemimpinannya. Berdasarkan data haji 2024, angka wafat jemaah tercatat menurun secara signifikan meskipun jumlah jemaah meningkat. Tak hanya itu, tingkat kepuasan jemaah haji juga mengalami kenaikan.

“Indeks kepuasan jemaah haji naik dari 85,8 pada 2023 menjadi 88,2 pada 2024,” ungkapnya.

Dari sisi anggaran, ia mengklaim penyelenggaraan haji 2024 berjalan lebih efisien. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat adanya efisiensi anggaran hingga sekitar Rp600 miliar.

“Upaya menjaga keselamatan jemaah tidak hanya dilakukan melalui pembagian kuota. Kami menerapkan skema murur, di mana jemaah tidak berhenti di Muzdalifah, tetapi langsung melintas menuju Mina. Hasilnya, Muzdalifah sudah bersih pukul 00.30 dini hari,” jelas Gus Yaqut.

Selain itu, Kementerian Agama di eranya juga menerapkan skema tanazul, penyediaan menu khusus lansia, serta berbagai kebijakan teknis lainnya. Kebijakan-kebijakan tersebut, menurutnya, terbukti menurunkan angka wafat jemaah secara signifikan sekaligus meningkatkan kepuasan jemaah.

BACA JUGA: Gus Yaqut Ungkap Peran Jokowi di Balik Tambahan 20.000 Kuota Haji

“Semua itu tercermin dari naiknya indeks kepuasan jemaah dan hasil audit BPK yang mencatat efisiensi anggaran sekitar Rp600 miliar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *