Hadir dalam World Water Forum, PLN Bicara Tata Kelola Berkelanjutan

YogyakartaPT PLN Persero mengikuti rangkaian acara kegiatan Workshop Side Event menuju The 10th World Water Forum tahun 2024 di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada Minggu, (9/7/2023).

pengelolaan air yang berkelanjutan

Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pengelolaan air yang berkelanjutan menjadi prioritas pemerintah saat ini. Hal ini sejalan dengan prinsip Enviromental, Social and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Pemerintah saat ini melakukan berbagai upaya untuk bisa meningkatkan pengelolaan air yang berkelanjutan. Pengelolaan air yang berkelanjutan berperan penting pada perubahan iklim dan kesejahteraan masyarakat,” kata Herry.

Dalam kesempatan itu, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama menjelaskan bahwa PLN akan terus berinovasi dalam transisi energi dengan mengembangkan teknologi hidrogen untuk menghasilkan listrik. Apalagi, Indonesia sebagai negara agraris memiliki sumber daya air yang melimpah.

“PLN memanfaatkan air untuk menghasilkan listrik bersih dan mampu melistriki jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Selanjutnya, PLN bertekad terus mengembangkan teknologi ketenagalistrikan yang berbasis hidrogen untuk mengurangi ketergantungan kita pada energi fosil. Ini juga dalam rangka mencapai¬† target ‘Net Zero Emission’ tahun 2060,” ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan PLN dalam memanfaatkan air

Selain itu, Darmawan menjelaskan PLN dalam memanfaatkan air sebagai proses bisnisnya, mengedepankan tata kelola yang berkelanjutan. Sepanjang tahun 2022, total konsumsi air PLN mencapai 24 juta metrik ton. Konsumsi air ini mayoritas digunakan untuk kegiatan operasional baik pembangkitan maupun domestik.

Baca juga: Pastikan Suplai Listrik, PLN Uji Coba LRT Jabodebek

“Kami mengedepankan aspek keberlanjutan dalam penggunaan air ini. Kami juga melakukan efisiensi penggunaan air sehingga bisa mengurangi volume air baku yang dikonsumsi,” ujar Darmawan.

Ia juga mengungkapkan, PLN dalam kegiatan operasionalnya menjadikan air sebagai energi pembangkit listrik dengan menggunakan air sebagai sistem ‘Closed Cycle’ atau penggunaan kembali sehingga meminimalisir limbah. PLN mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pemanfaatan air untuk bisa mendukung efisiensi.

“Program efisiensi air ini justru berkontribusi pada masyarakat melibatkan stakeholder seperti kelompok masyarakat untuk penyediaan air dari sumber lain. Target dari program tersebut adalah mengoptimalkan penggunaan air untuk kegiatan pembangkit,” tambah Darmawan.

Program efisiensi air yang dilakukan PLN mampu menurunkan pemakaian air yang digunakan untuk operasional pembangkitan maupun untuk kegiatan pendukung sebesar 23,12 juta metrik ton dari 33 pembangkit di PLN lewat prinsip 3R.

Diketahui, PLN telah mengoperasikan 266 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan total kapasitas 18,9 Gigawatt (GW).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar