Jakarta – Institut Teknologi PLN (IT PLN) mencatatkan prestasi luar biasa sebagai kampus pertama di Jakarta yang sepenuhnya menggunakan energi hijau.
Untuk mendukung transisi energi di Indonesia, IT PLN memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC) serta menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan demikian, IT PLN berperan aktif dalam mempercepat penggunaan energi terbarukan di negara ini.
Langkah ini, tentu saja, merupakan bukti komitmen kuat IT PLN dalam mendukung upaya global untuk mengurangi emisi karbon.
BACA JUGA: PLN EPI, Pupuk Indonesia, dan ACWA Power Kerja Sama Kembangkan Hidrogen Hijau
Inovasi PLN Lewat REC
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa REC adalah inovasi penting dari PLN dalam menyediakan energi bersih ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Melalui REC, PLN memberikan opsi kepada para pelanggan untuk menggunakan listrik yang ramah lingkungan.
“REC adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap penggunaan energi terbarukan yang diakui secara internasional,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Jumat (13/9/2024).
Hal ini, pada akhirnya, memperkuat daya saing industri nasional melalui penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Selain itu, Darmawan juga menambahkan bahwa REC memudahkan pelanggan untuk mendapatkan pengakuan atas penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Setiap sertifikat REC, tentunya, menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT, seperti yang saat ini dimanfaatkan oleh IT PLN. Menurutnya, PLN berkomitmen untuk terus menyediakan layanan energi yang transparan dan akuntabel bagi semua pelanggan.
Gunakan Energi 915 MWh
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Lasiran, memaparkan bahwa IT PLN menggunakan energi sebesar 915 Megawatt hour (MWh) yang sepenuhnya bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata.
Karena itulah, langkah konkret IT PLN dalam penggunaan REC patut diapresiasi. Ini merupakan contoh nyata dalam mendorong penggunaan energi terbarukan di sektor pendidikan, jelasnya.






