Di tengah tekanan tersebut, beberapa sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor industri mencatat kenaikan 0,31 persen, diikuti sektor barang konsumen primer yang naik 0,09 persen serta sektor kesehatan yang menguat tipis 0,01 persen.
Aktivitas perdagangan saham hingga siang hari menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp8,24 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 18,85 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.036.901 kali.
Berdasarkan indeks LQ45, saham PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu top losers setelah turun 7,4 persen ke level Rp61.975. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 6,2 persen ke Rp1.285 serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang terkoreksi 5,86 persen menjadi Rp1.125.
Di sisi lain, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan. Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 7,81 persen ke Rp276. Kemudian diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 3,33 persen ke Rp3.720 serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat 2,36 persen ke level Rp4.340.
BACA JUGA:Â Pemerintah Minta Publik Tenang saat Rupiah Tembus Rp17.000 dan Anjloknya IHSG
Pelemahan IHSG pada sesi pertama ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah tekanan pada sejumlah sektor utama, meskipun sebagian saham berkapitalisasi besar masih mampu mencatatkan penguatan terbatas.






