RUANGBICARA.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (1/4/2026) dengan performa impresif. IHSG ditutup melesat 136,21 poin atau 1,93% ke level 7.184,43, menandai kembalinya optimisme pelaku pasar setelah beberapa waktu bergerak fluktuatif. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 7.136,24 hingga 7.207,26, mencerminkan tekanan beli yang cukup konsisten hingga penutupan.
Penguatan IHSG kali ini didorong oleh dominasi saham yang menguat. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 475 saham mencatat kenaikan, sementara 209 saham melemah dan 135 saham stagnan. Kondisi ini memperlihatkan sentimen positif yang merata di berbagai sektor.
BACA JUGA:Â PT United Tractors Tbk Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Buyback, Optimisme Fundamental Menguat
Secara sektoral, mayoritas indeks mencatatkan penguatan signifikan. Sektor industrial menjadi bintang dengan lonjakan 6,11%, diikuti barang konsumen non-primer yang naik 5,22%, serta bahan baku yang menguat 3,55%. Sektor infrastruktur dan energi juga turut menopang dengan kenaikan masing-masing 3,01% dan 2,11%. Sementara itu, sektor transportasi, teknologi, properti, barang konsumen primer, dan keuangan juga bergerak di zona hijau meski dengan kenaikan yang lebih moderat. Hanya sektor kesehatan yang terkoreksi tipis sebesar 0,20%.
Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan terbilang ramai. Hingga penutupan, volume transaksi mencapai 31,48 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,01 juta kali transaksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp16,4 triliun, dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp12.675 triliun.
Pada jajaran saham, penguatan paling tajam dibukukan oleh PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang melonjak 27,93% ke Rp142. Disusul PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 25% ke Rp725, serta PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang menguat 24,86% ke Rp1.155. Di sisi lain, tekanan jual terbesar dialami PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang anjlok 14,95% ke Rp2.560, diikuti PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang turun 14,86% ke Rp189, serta PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) yang melemah 14,84% ke Rp132.
Adapun saham dengan nilai transaksi terbesar dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp957,08 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp942,19 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp868,81 miliar.
Kenaikan IHSG juga dipengaruhi sentimen global, terutama dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengindikasikan kemungkinan berakhirnya konflik militer dengan Iran dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut memicu harapan meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi pasar.
Senada, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan bahwa tanda-tanda akhir konflik mulai terlihat. Meskipun belum akan selesai dalam waktu dekat, arah menuju penyelesaian dinilai semakin jelas.






