Respon PLN
Sementara, PLN sebagai pelaksana teknis memastikan program ini menjadi landasan utama pembiayaan karbon bagi proyek energi terbarukan. Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Evy Haryadi menyebut kesepakatan ini sebagai tindakan konkret Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global.
“Kesepakatan ini menjadi langkah nyata PLN dan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi bencana iklim yang semakin nyata,” ujar Evy.
Ia menambahkan bahwa skema Generation-Based Incentive (GBI) akan menjadi pijakan penyusunan Mitigation Outcome Purchase Agreement (MOPA) serta pembelian Internationally Transferred Mitigation Options (ITMOs).
Evy juga menegaskan bahwa kolaborasi PLN–GGGI yang mewakili Norwegia akan menyiapkan transaksi karbon bilateral pertama di dunia untuk sektor ketenagalistrikan. Selain itu, langkah ini membuka peluang skema pembiayaan karbon terbesar untuk proyek energi terbarukan di Indonesia.
BACA JUGA: PLN Pamer Komitmen Transparansi di Pameran KIP 2025, Siap Buka Semua Informasi Publik
Dengan penandatanganan kesepakatan ini, Indonesia menandai posisinya sebagai pusat perdagangan karbon global yang berintegritas, berbasis teknologi, dan berorientasi pada percepatan transisi energi. Arah baru ini semakin menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan sebagai pemimpin pasar karbon internasional di tengah urgensi krisis iklim dunia.






