Gumiwang mengungkapkan bahwa sektor industri manufaktur tidak perlu ragu berinvestasi di Indonesia, karena pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan pro-industri dan kepastian hukum.
“Dengan tingginya investasi PMA di sektor industri, ini mencerminkan kepercayaan global terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” tambahnya.
Pada 2024, subsektor industri yang paling berkontribusi terhadap PMA antara lain industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar USD13,6 miliar (22,6%), diikuti oleh industri kertas dan percetakan sebesar USD4,8 miliar (8%), dan industri kimia dan farmasi sebesar USD4,1 miliar (6,9%).
Terakhir, Gumiwang optimistis, dengan kebijakan yang tepat, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% bisa tercapai.
BACA JUGA:Â Perpanjangan HGBT Datangkan Investasi, Ini Industri Penerima dan Kendalanya
“Kebijakan seperti perpanjangan program HGBT, penguatan P3DN, evaluasi relaksasi kebijakan impor, dan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal akan mendukung kebutuhan bahan baku, investasi, ekspor, dan daya saing sektor industri,” pungkasnya.






