1. Pulau Sumatera (90,42 km)
- Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum)
- Tol Binjai-Langsa Seksi 3 (Tanjung Pura-Pangkalan Brandan)
- Tol Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin
2. Pulau Jawa (29,98 km)
- Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi Kutanegara-Sadang
- Tol Solo-Yogyakarta Seksi Kartosuro-Purwomartani (Segmen Klaten-Prambanan)
- Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap I (Probolinggo-Besuki)
- Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Seksi Kuala Tanjung-IC Indrapura
Antisipasi Bencana Selama Libur Nataru
Selain itu, Kementerian PU telah menyiapkan 393 posko di titik-titik tertentu untuk menghadapi kemungkinan kondisi darurat, seperti banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan identifikasi, terdapat 550 titik rawan longsor dan 298 titik rawan banjir di berbagai lokasi. Untuk itu, pemerintah telah menyiagakan 440 unit alat berat dan 137 titik material penanganan bencana.
Menteri Dody juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.
“Untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama Nataru, Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas, BMKG, BNPB, BUJT, serta kementerian atau lembaga terkait lainnya,” tutupnya.
BACA JUGA:Â 6 Hal Ini Perlu Kamu Perhatikan untuk Menjaga Kesehatan Mental Jelang Nataru 2024
Kebijakan pembukaan ruas tol fungsional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Nataru. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik dan persiapan antisipasi bencana, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman.






