RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Lonjakan realisasi investasi di Kabupaten Karawang sepanjang 2025 menjadi katalis baru bagi sektor properti. Ketika nilai investasi menembus Rp70,77 triliun atau 102 persen dari target Rp69,30 triliun, geliat ekonomi daerah industri ini turut mengerek kebutuhan hunian terjangkau bagi pekerja dan profesional muda.
Kepala DPMPTSP Karawang, Iwan Ridwan F, menyebut capaian tersebut mencerminkan daya saing daerah yang tetap kuat di tingkat nasional. Derasnya arus modal didorong konektivitas infrastruktur yang semakin terintegrasi, mulai dari akses Tol Jakarta–Cikampek, layanan Kereta Cepat Whoosh, hingga kedekatan dengan bandara dan pelabuhan. Dukungan Terminal Petikemas Dawuan dan Terminal Barang Klari mempertegas posisi Karawang sebagai simpul industri dan logistik di Jawa Barat.
BACA JUGA:Â IHSG Rebound 0,60%, Ini Saham yang Bersinar!
Efek berganda pun mulai terasa. Aktivitas manufaktur, logistik, dan perdagangan berskala besar menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Mobilitas profesional meningkat, dan kebutuhan akan hunian yang dekat dengan pusat kerja sekaligus fasilitas pendidikan dan komersial kian mendesak.
Menangkap momentum tersebut, LippoLand melalui proyek Lippo Karawang memperkuat ekspansi hunian di kawasan terpadu mereka. Salah satu yang dipasarkan adalah SilverTree Collection dengan harga mulai Rp382 juta untuk tipe Silver Beta Livin (cash keras, belum termasuk PPN). Angka ini menjadi sorotan karena menawarkan opsi rumah di kawasan industri berkembang dengan harga mulai kisaran Rp300 jutaan.
Selain itu, tersedia tipe TreeTops Livin mulai Rp632 juta dan pengembangan lanjutan Kozy Livin mulai Rp842 juta. Seluruh produk dirancang dengan pendekatan modern dan fungsional, menyasar keluarga muda dan kalangan profesional yang membutuhkan hunian terintegrasi.






