Istri Dirut Taspen Bongkar Dugaan Pencucian Uang Dana Pensiun PNS

JakartaIrma Hutabarat, seorang pembicara resmi untuk kubu Kamaruddin Simanjuntak, mengungkapkan adanya dugaan pencucian uang yang melibatkan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih.

Dana Pensiun PNS Sebesar Rp 300 Triliun Dikelola dengan Tujuan Investasi

Menurut penjelasan Irma, dana pensiun PNS sebesar Rp 300 triliun ini dikelola oleh Antonius Kosasih dengan tujuan untuk melakukan berbagai investasi dan menghasilkan keuntungan.

“Dana pensiun yang dikelola itu jumlahnya Rp 300 triliun, kan itu diinvestasi, apakah ke bisnis yang terang atau bisnis yang gelap itu ada cuannya yang dikoper-koper itu,” ungkap Irma.

Modus Bagi-Bagi Keuntungan dan Percakapan Terekam

Irma mengungkapkan modus operasi yang digunakan Kosasih untuk membagi-bagi keuntungan dari investasi dana pensiun.

“Hasil itulah yang dibagi-bagi oleh Antonius Kosasih. Salah satu penerima keuntungan adalah untuk dia sendiri. Katanya, sebagian lagi untuk istrinya dan anaknya. Namun, yang menjadi masalah adalah istrinya tidak mau menerimanya. Ini terjadi dua tahun lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irma juga mengatakan bahwa Kosasih memiliki kendali penuh atas hasil investasi dan bahkan mencoba memanfaatkan rekening bank istrinya untuk tujuan ini. Adapun, bukti percakapan yang terekam menunjukkan upaya pembagian keuntungan ini.

“Kan, tadi Ibu Rina Lauwy bilang, ada rekamannya, ada percakapan yang menyatakan bahwa, ‘Lu goblok, lu gak mau terima’. Itu ada, dan itu tadi didengarkan di dalam ketika ibu Rina dipanggil,” terang Irma menirukan bukti percakapan.

Dana Pensiun Juga Digunakan untuk Pilpres 2024

Selain dana investasi, dana pensiun PNS yang dikelola sebagian besar digunakan untuk tujuan politik, khususnya dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024.

Ia juga, mengungkapkan bahwa dana tersebut tidak hanya diinvestasikan, tetapi juga digunakan untuk dukungan politik.

Baca juga: Buntut Korupsi Basarnas, KPK Periksa Pimpinan Dua Perusahaan

“Jadi bukan Rp 300 triliun yang dipakai untuk dana Pilpres, Rp 300 triliun itu bisa diinvestasi ke kiri, ke kanan sana sini,” ungkapnya.

Legalitas Investasi

Meskipun jumlah besar dana tidak dijelaskan secara rinci diinvestasikan ke mana, Irma menyatakan bahwa investasi bisa legal atau tidak.

“Apakah itu legal atau tidak legal, tapi yang mengelola itu satu namanya Antonius Kosasih,” ucap dia.

Ia menegaskan, bahwa benar yang dikatakan Kamaruddin Simanjuntak terkait aliran sebagian besar Rp 300 triliun untuk Pilpres.

Karena bukti itu ada dari rekaman Dirut PT Taspen Antonius Kosasih dengan dirinya, Rina Lauwy.

“Dia bilang, ‘Ini sebagian untuk dana Pilpres’. Yang ngomong siapa? Antonius,” tegas Irma.

“Jadi paham ya, tidak hoax karena yang ngomong di sini adalah istrinya,” tambahnya.

Poligami Sebagai Upaya Cairkan Bagian Keuntungan

Irma juga mengungkapkan bahwa Antonius Kosasih mencoba melakukan poligami dengan tujuan agar istri barunya bersedia bekerja sama dalam pembagian keuntungan dari investasi.

Kosasih ingin agar istri barunya membantu mengurus bagian keuntungan yang dia dapatkan.

“Kemudian dia gugat cerai karena istri tidak mau nyimpen uang itu, dia harus kawin dengan perempuan lain dong yang mau nyimpen dan itu yang terjadi, walaupun dia belum ceraikan istrinya ini, jadi dia poligami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *