RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk menjaga stabilitas inflasi dan ketersediaan stok pangan, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Hal itu disampaikan saat menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan sekaligus mengendalikan tekanan inflasi daerah. Rano menekankan, ketahanan pangan tidak bisa dibangun hanya dengan wacana, melainkan melalui langkah konkret dan kolaborasi nyata.
BACA JUGA: IHSG Melonjak 1,60% ke 8.261, Ini Saham Top Gainers
“Kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa pasokan harus terjaga dan harga tetap wajar. Petani bisa tersenyum, sementara warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup,” ujar Rano.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2020 dan telah diawali dengan kesepakatan bersama yang kemudian ditindaklanjuti secara teknis oleh perangkat daerah terkait. Implementasinya dilakukan melalui skema business to business (B2B) antara BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, dengan mitra usaha di Cianjur, serta diperkuat kerja sama government to government antara kedua pemerintah daerah.
Dalam tahap awal, kolaborasi difokuskan pada komoditas padi dan beras serta pemanfaatan laboratorium pertanian untuk pengujian mutu pangan dan perbenihan. Langkah ini diharapkan mampu menjamin kualitas komoditas sebelum dipasok ke Jakarta.
Rano menyoroti potensi lahan pertanian Cianjur yang luas dan subur sebagai kekuatan utama dalam menopang kebutuhan pangan Ibu Kota. Menurutnya, hubungan ini harus dibangun secara saling menguntungkan dan berkelanjutan, dengan peluang perluasan kerja sama pada komoditas lain seiring tingginya kebutuhan pangan Jakarta setiap hari.
Ia memaparkan, kebutuhan pangan Jakarta mencapai 2.700–3.000 ton beras per hari, cabai sekitar 120 ton per hari, daging sapi 65 ton per hari, serta daging ayam sekitar 750–800 ton per hari. Karena itu, kolaborasi lintas wilayah dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga terkendali.






