Jaksa Agung Diminta Tak Main-Main Soal Kasus Revenge Porn di Pandeglang

Jakarta – Jagat dunia maya kemarin, sempat dihebohkan dengan kasus revenge porn kepada mahasiswi asal Pandeglang berinisial IAK dan pelaku bernama Alwi Husen Maolana. Kasus itu menyita perhatian publik. Karena, diduga ada kejanggalan pihak Kejaksaan Pandeglang dalam menjalankan proses hukum.

Ahmad Sahroni Wakil Ketua Komisi III DPR RI menanggapi hal tersebut. Ia meminta, kepada Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin untuk turun tangan dan tidak main-main.

“Saya sudah sampaikan secara terbuka permintaan kepada jaksa agung untuk tegas pada kejaksaan setempat untuk tidak main-main dan tidak adil dalam kasus ini. Logika dan hati publik sangat tercederai melihat penanganan kasus ini,” ujar Sahroni, Rabu (28/6/2023).

Sahroni menuturkan bahwa kasus tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Karena penanganan dan modus kasus ini dianggap melenceng.

Baca juga: Di Pandeglang, Oknum Jaksa Suruh Korban Revenge Porn Ikhlas

“Saya dorong agak pelaku cepat diputuskan status hukumnya. Dan apabila sudah putus bersalah, maka wajar bila kampus melakukan DO untuk menjaga nama baik institusi pendidikan,” tutur Sahroni.

Diketahui sebelumnya, Alwi yang merupakan terdakwa dalam kasus ini dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan. Terdakwa di vonis bersalah sebagaimana Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE. Kemudian, hal yang memberangkatkan terdakwa ialah korban mengalami trauma akibat perbuatannya.

“Perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi IAK merasa terancam, ketakutan dan merasa malu karena video yang dikirimkan melalui DM sudah tersebar ke keluarga dan teman-teman saksi. Perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi IAK mengalami gejala gangguan kecemasan dan stress pasca-trauma,” kata Kasi Intel Kejari Pandeglang Wildan sebagaimana tuntutan yang dibacakan JPU Mario Nicolas di Pengadilan Negeri Pandeglang pada Selasa (27/6) kemarin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar