‘Jangan Lepas Jilbabku!’ Kisah Haru Shuniyya Ruhama, Waria yang Ingin Dekat dengan Agama Tapi Selalu Dilecehkan

Pengakuan

Menanggapi banyaknya spekulasi, sebenarnya Shuniyya sudah lama mengungkapkan identitas dirinya lewat buku berjudul ‘Jangan Lepas Jilbabku! Catatan Harian Seorang Waria’ yang diterbitkan Galang Press pada Mei 2005.

Dalam buku tersebut, ia secara terbuka mengaku sebagai seorang transeksual dan menceritakan perjuangannya untuk tetap dekat dengan agama meskipun sering mendapat diskriminasi.

Menariknya, dalam beberapa unggahan Instagramnya, Shuniyya tampak aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia bahkan mengaku bangga menjadi bagian dari santri NU dan kerap menghadiri kegiatan yang digelar oleh Fatayat NU, salah satu organisasi perempuan NU.

BACA JUGA: Visa Haji Furoda Batal Terbit, Ini Alternatif Pilihan Bagi Calon Jemaah

Melalui kisah hidupnya, Shuniyya berharap masyarakat bisa melihat niat baiknya untuk mendekat kepada Tuhan. Meski identitasnya sebagai waria kerap menjadi bahan hujatan, ia tetap berpegang teguh pada keyakinannya. “Jangan lepas jilbabku,” begitu harapannya agar diterima sebagaimana adanya, tanpa harus dilepaskan dari nilai-nilai yang ia yakini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *