Janji Prabowo-Gibran soal Dana Abadi Pesantren Dikritik Pendukung Ganjar

Jakarta – Janji program Dana Abadi Pesantren yang diungkapkan oleh Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah mendapat kritik tajam dari pendukung Ganjar Pranowo.

Program Pesantren Dinilai Jiplakan

Syukron Jamal, Koordinator Nasional Relawan Aliansi Muslim Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Almijan), mengkritik program Dana Abadi Pesantren Prabowo-Gibran.

Ia menyebut program tersebut kurang orisinal dan hanya upaya untuk meniru. Karena program ini sudah diatur dalam UU APBN sejak 2019, merasa bahwa janji ini hanya untuk mendapatkan dukungan tanpa solusi nyata.

“Programnya tidak orisinil, jiplakan. Faktanya lagi program itu kan sudah ada dan sudah berjalan melalui berbagai bentuk skema,” ujar Syukron Jamal dalam pernyataannya kepada media pada Kamis, (26/10/2023).

“Mungkin niatannya kan ingin menarik simpatik kalangan santri dan dunia pesantren tapi justru malah seperti menunjukan tidak paham dunia pesantren itu sendiri, maklum saja,” sambungnya.

Baca juga: Gelagat Gibran Katakan ‘Tenang Saja’ ke Prabowo

Perbandingan Program

Syukron membandingkan program pemberdayaan pesantren yang dilaksanakan oleh Gubernur Jawa Tengah sebelumnya, Ganjar Pranowo, termasuk program Ekotren sejak 2018, dengan program Prabowo-Gibran.

“Program ini melibatkan santri untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren,” tambah Syukron.

Selain itu, program Ekotren di Jawa Tengah didukung oleh pelatihan, pendampingan, perizinan PIRT, sertifikat halal, dan permodalan.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur No. 450.1/1 tahun 2021 membuka peluang bagi ribuan pesantren dan santri di Jateng untuk berkembang bersama, memperkuat pertumbuhan Ekotren.

Keberhasilan Program Ekotren

Program Ekotren ala Ganjar ini berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah sebanyak 0,32 persen poin dalam satu tahun, mengubah 11,25 persen pada September 2021 menjadi 10,93 persen pada Maret 2022, dan mengurangi jumlah penduduk miskin sebanyak 102,57 ribu orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar