Kariernya berlanjut di sektor BUMN. Pada 2016–2018, Iman menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), lalu melanjutkan peran serupa sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018–2019.
Pada 2019–2020, ia dipercaya memimpin PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Direktur Utama. Selanjutnya, sebelum menjabat sebagai Dirut BEI, Iman mengemban posisi Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada periode 2020–2022.
Mundur di Tengah Tekanan Pasar
Pengunduran diri Iman terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar dan tekanan tajam terhadap IHSG, yang sempat mendorong Bursa Efek Indonesia melakukan langkah-langkah pengamanan perdagangan. Ia berharap langkah mundurnya dapat menjadi titik balik bagi pemulihan kepercayaan pasar.
“Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ucapnya.
Untuk menjaga keberlangsungan operasional bursa, BEI akan menunjuk pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama sesuai ketentuan anggaran dasar hingga ditetapkannya pimpinan definitif.
BACA JUGA: Lonjakan Tajam Harga Emas Antam Sinyal Minat Safe Haven Kian Kuat
Dengan berakhirnya masa jabatan Iman Rachman, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada langkah otoritas dan manajemen BEI berikutnya dalam meredam tekanan IHSG serta memulihkan sentimen investor.






