3. Pengawasan Jam Kerja dan Istirahat Pengemudi
KNKT menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap jam kerja dan istirahat pengemudi.
Pengemudi yang kelelahan berisiko tinggi mengalami kecelakaan. Oleh sebab itu, regulasi mengenai waktu kerja dan istirahat harus ditegakkan secara ketat.
4. Kesehatan Pengemudi
Penelitian KNKT mengungkap bahwa banyak pengemudi mengalami gangguan kesehatan, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan mengemudi.
“Kami mengimbau agar dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi para pengemudi guna memastikan mereka dalam kondisi prima saat bertugas,” jelas Soerjanto.
5. Sosialisasi Pentingnya Istirahat bagi Pengendara
Faktor kelelahan atau fatigue menjadi penyebab utama kecelakaan selama arus mudik.
Untuk itu, KNKT merekomendasikan sosialisasi kepada pengemudi angkutan umum, kendaraan pribadi, dan roda dua agar beristirahat jika merasa lelah. Penyediaan rest area yang memadai juga dinilai sangat diperlukan untuk mendukung keselamatan perjalanan.
BACA JUGA: Lakukan Pengejaran, Polisi Berhasil Tangkap Belasan Napi Kabur dari Lapas Kutacane
Dengan diterapkannya rekomendasi ini, KNKT berharap keselamatan transportasi selama mudik Lebaran 2025 dapat lebih terjamin. Para pemangku kepentingan, termasuk operator bus, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan dapat bekerja sama dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan ini demi mudik yang aman dan nyaman.






