Kader dan Pengamat Nilai Mardiono Harus Mundur dari Plt Ketua Umum PPP

Jakarta – Pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, menilai permintaan agar Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mardiono, mundur dari jabatannya adalah hal yang wajar. Ini menyusul kegagalan Mardiono dalam membawa PPP lolos ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2024.

Menurut Ujang, kegagalan Mardiono menjaga eksistensi PPP di Parlemen sangat kentara.

“Apa lagi kader-kader yang sudah mati-matian untuk bisa menang di Pileg 2024. Jadi itu merupakan kebatinan yang nyata kader-kader PPP di akar rumput kecewa dengan kinerja Mardiono yang tidak mampu mengangkat PPP ke Senayan. Jadi itu hal yang wajar (Mardiono diminta mundur) dari kader-kader itu karena mereka telah berjuang agar PPP tetap eksis di Senayan,” ujar Ujang kepada media, pada Jumat (24/5/2024).

BACA JUGA: Sandiaga Uno Ajak PPP Masuk Koalisi Prabowo-Gibran

Kegagalan ini juga diperkuat dengan hasil perolehan suara PPP yang tidak mencapai ambang batas 4 persen yang ditetapkan KPU RI. PPP hanya berhasil meraih 3,8 persen suara, atau sekitar 5,7 juta suara.

Sementara, Sekretaris Majelis Pakar DPC PPP Kota Surakarta, Johan Syafaat, turut menyoroti hasil buruk dalam sejarah pemilu di Indonesia.

Johan juga menambahkan bahwa gugatan PPP ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak didampingi oleh pengacara profesional, sehingga terkesan main-main.

“Gugatan ke MK tidak didampingi pengacara yang profesional. Terkesan main-main,” ujar Johan, Rabu (22/5/2024).

Kader-kader PPP di akar rumput merasa sangat kecewa dengan kinerja Mardiono dan mendukung adanya Muktamar Luar Biasa untuk membahas kepemimpinan partai.

“Kami kader akar rumput sangat kecewa dengan hasil itu. Maka Mardiono harus mundur,” tegasnya.

Mereka berharap agar MK mengabulkan gugatan PPP sehingga partai ini tetap eksis di Senayan.

BACA JUGA: Jika Tak Lolos Parlemen, Mardiono Siap Bertanggungjawab Dunia Akhirat

“Karena PPP adalah satu-satunya partai yang berasaskan Islam sebagai wadah aspirasi politik umat Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, desakan agar Mardiono mundur dari jabatannya sebagai Plt Ketua Umum PPP muncul dari berbagai kalangan dalam partai, menyusul kegagalan PPP dalam Pemilu 2024.

Kritik juga diarahkan pada kegagalan dalam menangani gugatan di MK, yang semakin memperburuk citra kepemimpinan Mardiono. Kader partai berharap ada perubahan untuk mempertahankan eksistensi PPP di kancah politik nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *