Kematian Dipertaruhkan pada Layar Perjudian

Penulis : Aldi Madagi - Pegiat Literasi

RUANGBICARA.co.id – Semenjak banyak teman yang terlilit hutang karena alasan tidak jelas dan bisik-bisik soal perjudian online makin meluas, akhirnya dengan berani saya tulis keresahan ini dengan lugas, harapnya tidak ada lagi depresi faktor judi online hingga hilang nyawa seperti yang diberitakan oleh media massa.

Pemberian Negara dan Tanggung Jawab Kita

Saya awali dengan kata-kata bijak yang sering terdengar klise: “Apa yang telah engkau berikan kepada Negara?” Ya, itu biasanya salah satu pertanyaan khas orang tua yang sudah memiliki kursi di pemerintahan. Dalam konteks ini, kita akan merenungkan tanggung jawab kita terhadap negara.

Tentu, sumbangsih kepada negara adalah tugas pokok rakyat, seperti membayar pajak, berkontribusi pada perputaran ekonomi, dan memelihara budaya. Namun, apakah kita bisa meminta rakyat Indonesia untuk memberikan lebih banyak sumbangsih kepada negara tanpa memerhatikan pemberian yang seharusnya datang dari pemerintah?

Maraknya Perjudian Online

Hari-hari ini, pemberitaan tentang orang yang terlilit hutang karena judi online semakin marak. Isu ini tidak hanya tersebar melalui media massa, tetapi juga menjadi perbincangan antar tetangga. Saya beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang masih menganggap tabu masalah hutang-piutang dan judi online, dan ini menjadi pondasi bagi kita untuk tidak meminjam uang tanpa alasan yang jelas.

Permasalahan ini bukan hanya masalah personal, melainkan juga masalah negara. Menurut data dari databoks.katadata.co.id, perputaran uang dalam judi online di Indonesia mencapai Rp190 triliun selama periode 2017-2022. Lebih dari itu, menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sekitar 2,1 juta orang miskin Indonesia bermain judi online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *