Kenaikan Tarif e Parkir Pasar Rangkasbitung Dikeluhkan Pedagang

Lebak – Sejumlah karyawan toko di Pasar Rangkasbitung mengeluhkan kenaikan tarif e Parkir Pasar Rangkasbitung yang dianggap terlalu tinggi.

Pemerintah Kabupaten Lebak, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), mengumumkan peningkatan tarif e Parkir di Pasar Rangkasbitung dari sebelumnya Rp2.000 menjadi Rp4.500 setiap 8 jam dengan batas waktu maksimal 23 jam.

Firman, seorang karyawan toko, menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, tarif parkir yang baru sangat memberatkan para karyawan, dibandingkan dengan tarif di pusat perbelanjaan lain yang hanya Rp2.000.

“Di mall saja buat karyawan itu datar Rp2000. Disini kita kebebani banget,” ungkap Firman dikutip Kamis, (11/1/2024).

Firman juga menyampaikan perhitungannya bahwa jika harus membayar Rp4.500 setiap harinya untuk parkir, maka dalam sebulan, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp117.000. Jumlah tersebut dianggapnya terlalu besar dan hampir mencapai 10 persen dari gaji mereka.

Menyikapi keluhan tersebut, Kabid Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, mengonfirmasi bahwa kenaikan tarif parkir di Pasar Rangkasbitung sesuai dengan regulasi terkait Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRB) yang ditetapkan di Kabupaten Lebak.

“Betul, menyesuaikan dengan Perda No 8 Tahun 2023 tentang PDRB,” ujar Yani.

Dalam Perda tersebut dijelaskan bahwa tarif parkir sepeda motor di Pasar Rangkasbitung sebesar Rp2.000 untuk dua jam pertama dan Rp500 untuk tarif maksimal Rp4.500 di 8 sampai 23 jam.

Penerapan sistem e Parkir di Pasar Rangkasbitung dimulai sejak 2 November 2023 dengan tujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pelayanan yang lebih baik di area pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *