RUANGBICARA.co.id, Jakarta — Dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Aktor senior Epy Kusnandar dikabarkan meninggal dunia pada usia 61 tahun setelah berjuang melawan kanker otak yang dideritanya (3/12/2025). Kabar duka ini cepat menyebar dan membuat publik, terutama para penikmat layar kaca, terhenyak dan berduka.
Epy Kusnandar bukan sekadar aktor, ia adalah wajah yang melekat kuat pada karakter-karakter yang ia hidupkan. Karier panjangnya membentang dari film, teater, hingga serial televisi. Namun, satu peran yang membuatnya benar-benar masuk ke hati jutaan penonton adalah sosok Kang Muslihat, pemimpin geng yang bersahaja dan penuh nilai kemanusiaan dalam serial fenomenal Preman Pensiun.
BACA JUGA: Resmi Lulus P3N Lemhannas RI, Dedi Sumardi Nurdin Siap Perkuat Kepemimpinan Nasional
Melalui karakter Kang Mus, Epy berhasil menembus batas antara peran dan kenyataan. Perawakannya yang tenang namun tegas, sorot mata yang penuh pengalaman hidup, hingga dialog-dialog sederhana namun mengena, semua itu menjadikan Kang Mus sebagai ikon dalam jagat serial Indonesia modern.
Tak sedikit penonton merasa bahwa Epy “terlahir” untuk memerankan Kang Mus. Karakter itu bukan hanya membuat Preman Pensiun sukses besar, tetapi juga menempatkan Epy pada posisi istimewa sebagai aktor dengan kualitas yang tidak tergantikan.
Sebelum dikenal luas sebagai Kang Mus, Epy Kusnandar telah lebih dulu malang melintang di dunia peran. Ia membintangi berbagai film dan sinetron serta dikenal aktif dalam seni teater. Keahliannya menyelami karakter membuat setiap penampilan Epy terasa natural dan kuat, baik dalam peran serius, komedi, maupun drama kehidupan yang sarat emosi.
Rekan-rekan sesama aktor kerap memuji dedikasinya. Meski bersahaja dan dikenal sederhana di balik layar, Epy selalu hadir dengan totalitas saat bekerja. Keprofesionalannya membuatnya dihormati di industri hiburan, dari kalangan senior hingga generasi muda.
Beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Epy menurun akibat kanker otak yang dideritanya. Ia sempat menjalani perawatan dan mendapatkan dukungan dari keluarga, kerabat, dan penggemar. Namun, penyakit tersebut akhirnya merenggut kehidupannya, meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni Indonesia.
Di media sosial, ucapan belasungkawa mengalir deras. Banyak yang mengenang sosoknya sebagai aktor yang ramah, penuh humor, dan tidak pernah menolak kesempatan untuk menyapa penggemarnya.
“Preman boleh pensiun, tapi Kang Mus selamanya hidup di hati kami,” tulis salah satu warganet.
Kepergian Epy Kusnandar adalah kehilangan besar. Namun, warisan seninya akan terus hidup di layar kaca dan ingatan publik. Perannya dalam dunia hiburan, dedikasinya pada seni peran, dan warisan karakter-karakter yang pernah ia ciptakan akan terus menjadi bagian penting dalam sejarah perfilman Indonesia.






