Kiprah Sritex dan Contoh Produknya, Usai Dinyatakan Pailit hingga PHK 10 Ribu Lebih Karyawan

Perusahaan terus memperluas kapasitas produksinya hingga memiliki empat lini utama, yakni pemintalan, penenunan, penyelesaian, dan garmen.

Pada 2013, Sritex melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menandai pertumbuhan bisnisnya di sektor tekstil. Akuisisi PT Primayudha Mandirijaya dan PT Bitratex Industries pada 2018 semakin memperkuat kapasitas produksinya. Saat pandemi Covid-19 pada 2020, Sritex turut berkontribusi dengan mendistribusikan 45 juta masker dalam waktu tiga minggu.

Produk Sritex

Sritex dikenal sebagai produsen berbagai jenis tekstil dan pakaian jadi. Produk utamanya mencakup kain mentah, kain jadi, serta seragam militer dan pakaian kerja. Sritex juga memiliki klien besar di pasar internasional, seperti H&M, Walmart, K-Mart, dan Jones Apparel.

Selain itu, perusahaan ini telah mengekspor produk ke berbagai negara, termasuk Filipina, serta mempekerjakan tenaga profesional dari berbagai negara seperti Korea Selatan, India, Jerman, Tiongkok, dan Filipina.

Dengan dihentikannya operasional pada Maret 2025, Sritex kini berada di bawah pengelolaan tim kurator. Keputusan ini menandai akhir dari salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yang telah beroperasi selama lebih dari lima dekade.

BACA JUGA: Resmi Pailit, Ternyata Begini Kiprah Panjang Sritex di Industri Tekstil Indonesia

Meski demikian, jejak kontribusi Sritex dalam industri tekstil tetap menjadi bagian penting dari sejarah bisnis di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *