Sementara, Penulis buku, Budy Sugandi, menekankan pentingnya hubungan antara tiga unsur yang membentuk sejarah panjang Indonesia: Tiongkok, Tionghoa, dan Islam.
“Dengan mengapresiasi sejarah, kita akan menghadapi masa depan yang lebih harmonis,” tuturnya.
BACA JUGA: PJ Gubernur DKI Heru Diberhentikan, Ini Penggantinya
Terakhir, Direktur Voice of Istiqlal, Gugun Gumilar, menjelaskan bahwa China Space at Istiqlal adalah pusat pelatihan, pendidikan, dan budaya. Pusat ini didonasikan oleh Kedutaan Republik Rakyat Tiongkok bekerja sama dengan Iman Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, pada September 2024.
“Mudah-mudahan China Space ini dapat menjalin kerjasama keislaman, kebudayaan, dan peradaban untuk kemajuan kedua negara,” harapnya.






