Kreatif & Estetik! Madrasah ini Manfaatkan Sampah jadi Ecobrick

Pandeglang – Sampah plastik menjadi masalah serius di seluruh dunia. Menurut laporan terbaru Bank Dunia dalam The Atlas of Sustainable Development Goals 2023, Indonesia berada di peringkat kelima sebagai produsen sampah terbesar di dunia pada tahun 2020, dengan total produksi mencapai 65,2 juta ton sampah.

Di tengah permasalahan ini, MTsN 6 Pandeglang menciptakan solusi kreatif dan estetis dengan mengubah sampah plastik menjadi Ecobrick. Dalam upaya mengurangi sampah plastik, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Pandeglang telah menciptakan Spot Landmark menarik dengan tulisan ‘MTS N 6 PANDEGLANG’ yang terbuat dari sampah plastik.

Ecobrick adalah inovasi yang berasal dari ide Rusel Maier, seorang seniman asal Kanada yang saat ini tinggal di Filipina. Ide Ecobrick menggabungkan kata ‘eco’ (ekologi) dan ‘brick’ (bata), menciptakan konsep bata ramah lingkungan yang terbuat dari sampah plastik.

Kepala MTsN 6 Pandeglang, Syahid, menjelaskan bahwa mengubah sampah plastik menjadi Ecobrick adalah bagian dari program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P2RA) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan dasar Ecobrick.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar