Kubu Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Deklarasi di Museum

Jakarta – Kelompok yang mendukung Ganjar Pranowo, Ketua Komando Teritorial Ganjarian Spartan DKI Jakarta bersama Masyarakat Pecinta Museum Indonesia (MPMI), melaporkan kubu Prabowo Subianto ke Bawaslu.

Mereka mengklaim bahwa Museum Perumusan Naskah Proklamasi digunakan untuk acara politik.

“Mereka menguasakan kepada kita untuk membuat laporan ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran museum untuk kegiatan politik. Kita bawa bukti bukti videonya, kita bawa screenshot-nya,” kata Anggiat di Bawaslu, Rabu (16/8/2023).

Tempat Bersejarah Jangan Jadi Politik

Museum Proklamasi dianggap tak pantas dijadikan tempat untuk acara politik.

Anggiat Tobing dari Ganjarian Spartan DKI Jakarta menekankan bahwa tempat ini memiliki nilai sejarah yang harus dihormati.

“Tindakan kubu Prabowo merupakan upaya pembelokan sejarah dan mengatasnamakan sejarah perumusan naskah proklamasi. Mau dibelokkan menjadi kepentingan pencapresan Prabowo sendiri,” ujarnya.

Tuntutan Tindakan dari Bawaslu

Kelompok yang melaporkan berharap Bawaslu mengambil tindakan terhadap kubu Prabowo.

Baca juga: Flashback PDIP Saat Hadapi Prabowo-Hatta di Pilpres 2014

Mereka menginginkan pengusutan yang adil, meskipun ada pejabat pemerintahan yang hadir dalam acara tersebut.

“Kami minta mereka berani untuk memeriksa secara adil melakukan pengusutan secara adil walaupun di situ ada petinggi negara yaitu tiga orang menteri,” ujarnya.

Klaim dapat Izin Acara di Museum

Wakil Ketua Umum Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengklarifikasi bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dari pengelola Museum untuk acara deklarasi dukungan Golkar dan PAN terhadap Prabowo Subianto.

Ia meyakini bahwa acara tersebut sudah sesuai dengan aturan.

“Sudah mendapatkan izin,” kata Sara sapaan akrabnya.

“Kalau ada yang melaporkan itu hak mereka. Dari kita saya yakin sudah ada pengecekan dan itu kita tak mungkin pakai itu tanpa izin dari pengelola museum,” tambah dia.

Meskipun demikian, pihak yang melaporkan tetap mempertanyakan penggunaan museum untuk kepentingan politik dan berharap Bawaslu mengambil langkah tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *