KUR UMKM Difokuskan ke Sektor Produksi, Pemerintah Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen

RUANGBICARA.co.id – Pemerintah semakin serius mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat pembiayaan di sektor produktif. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini difokuskan ke sektor produksi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Maman, langkah ini menjadi strategi utama pemerintah untuk mengarahkan likuiditas nasional ke kegiatan ekonomi yang lebih produktif. Dengan begitu, perputaran ekonomi di daerah dapat meningkat dan konsumsi masyarakat pun ikut terdorong.

BACA JUGA: Coretax Belum Optimal Meski Sudah Diperbaiki, Ini Alasannya

“Seluruh likuiditas harus didorong ke sektor produksi. Oleh karena itu, selama kurang lebih satu tahun ini, kami tekankan betul agar KUR terus diprioritaskan untuk disalurkan ke sektor produksi,” ujar Maman dalam siaran pers Kementerian UMKM, Jumat (24/10).

Selain itu, kebijakan ini terbukti membawa hasil signifikan. Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, penyaluran KUR ke sektor produksi berhasil menembus angka 60,5 persen dari total pembiayaan nasional. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi kebijakan pembiayaan UMKM di Indonesia.

Namun, Maman mengingatkan bahwa keberhasilan KUR tidak hanya diukur dari jumlah dana yang disalurkan. Lebih dari itu, pemerintah juga ingin memastikan kualitas pembiayaan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

“Saya selalu tekankan selain kuantitas, harus ada kualitas dalam pendistribusian KUR. Karena ukuran peningkatan kualitas dapat terlihat dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor konsumsi dan lainnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *