Rosé membuktikan bahwa elemen budaya Korea (permainan A-pya-teu) bisa menjadi konsumsi global tanpa kehilangan identitasnya. Bruno Mars kembali membuktikan “sentuhan Midas”-nya, sementara Rosé mengukuhkan diri sebagai solois wanita dari Asia yang punya daya tawar luar biasa di pasar Amerika. Selain itu, “APT.” membuktikan bahwa lagu yang viral secara masif di media sosial juga bisa memiliki kualitas artistik yang diakui oleh para kritikus musik senior.
Akankah Los Angeles Menjadi Milik ‘APT.’?
Dengan tiga nominasi besar di tangan, peluang Rosé dan Bruno Mars untuk mencetak sejarah sangat terbuka lebar. Jika mereka berhasil membawa pulang piala, ini akan menjadi salah satu kemenangan paling ikonik dalam sejarah kolaborasi lintas benua.
BACA JUGA: Pemeran Ibu Catherine O’Hara di Home Alone Tutup Usia, Ini Kenangannya yang Tak Tergantikan






