Lesu di Bioskop, 6 Film Indonesia Ini Sepi Penonton Sepanjang 2025

RUANGBICARA.co.id – Industri film Indonesia sepanjang 2025 tak hanya diwarnai oleh deretan film yang memecahkan rekor jutaan penonton.

Di sisi lain, ada pula sejumlah judul yang justru tenggelam di layar bioskop, bahkan nyaris luput dari perhatian publik. Data jumlah penonton memperlihatkan kontras tajam antara euforia film laris dan realita pahit film-film yang gagal menarik minat audiens.

Berikut enam film Indonesia yang tercatat memiliki jumlah penonton paling minim sepanjang 2025, sekaligus menjadi potret tantangan besar perfilman nasional.

BACA JUGA: Deretan Film Joko Anwar yang Mengantarkannya Meraih Gelar Ksatria dari Pemerintah Prancis

1. Uwentira Kota Jin – 917 Penonton

Film Uwentira Kota Jin menjadi judul dengan angka penonton tertinggi di daftar ini, namun tetap tergolong sangat rendah. Mengangkat mitos kota gaib yang dikenal di Sulawesi Tengah, film ini sebenarnya memiliki potensi cerita horor-misteri yang kuat.

Sayangnya, minimnya promosi serta eksekusi cerita yang dinilai kurang menggugah membuat film ini gagal menjangkau pasar yang lebih luas.

2. Gara-Gara Cicilan – 656 Penonton

Mengusung tema komedi sosial tentang tekanan ekonomi dan cicilan hidup, Gara-Gara Cicilan seharusnya relevan dengan keseharian masyarakat. Namun realitanya, film ini hanya ditonton 656 orang.

Persaingan dengan film bergenre serupa serta kurangnya daya tarik bintang besar disebut menjadi faktor yang membuat film ini tak mampu bersaing di bioskop.

3. Parah Bener – 656 Penonton

Bernasib sama dengan Gara-Gara Cicilan, film Parah Bener mencatat jumlah penonton yang identik. Meski judulnya terdengar ringan dan menjanjikan hiburan, film ini justru kesulitan mencuri perhatian.

Beberapa pengamat menilai judul yang kurang merepresentasikan cerita dan strategi pemasaran yang lemah menjadi penyebab utamanya.

4. Korban Jatuh Tempo Pinjol – 179 Penonton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *