Lebih lanjut, Nanang menyebut bahwa Warjok merupakan inovasi dari Pemkot Serang berdasarkan usulan Kepala Dinkopperindaumkm, Wahyu Nurjamil. Untuk tahap awal, Warjok dihadirkan di Pasar Lama, Serang.
“Ini adalah inovasi dari pemerintah daerah Kota Serang, dan untuk sekarang kita aplikasikan di Pasar Lama terlebih dahulu. Meskipun belum lengkap, sudah tersedia minyak, beras, tepung, gula, dan bahan pokok lainnya. Secara bertahap, stok akan terus kami lengkapi,” ujarnya.
Tidak Ganggu Pedagang Pasar
Menanggapi kekhawatiran bahwa keberadaan Warjok akan mengurangi pendapatan pedagang Pasar Lama, Nanang memastikan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Menurutnya, harga yang ditawarkan oleh Warjok tetap memberikan ruang bagi pedagang untuk mendapatkan keuntungan.
“Harga jual seperti Rp15.000 untuk minyak goreng sudah mempertimbangkan margin keuntungan pedagang. Distributor hingga agen pun tetap mendapatkan untung, sehingga keberadaan Warjok tidak akan mengganggu pasar,” tegas Nanang.
Nanang juga melaporkan bahwa inflasi di Kota Serang saat ini berada pada angka 2,33 persen, yang masih tergolong aman. Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa ekonomi Kota Serang masih stabil. Penyumbang utama inflasi di antaranya minyak, tepung, dan beras.
“Pada awal Januari ini, inflasi Kota Serang berada di angka 2,33 persen. Jika berada di atas 3,5 persen atau di bawah 1,5 persen, baru kita harus waspada. Saat ini masih aman,” tandasnya.
Dengan peluncuran Warjok ini, Pemkot Serang berharap dapat membantu masyarakat menjaga daya beli serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayahnya.






