RUANGBICARA.co.id – Siapa sangka, di balik ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin republik ini, tersimpan sisi lain yang jarang diketahui publik. Sisi tersebut diungkap langsung oleh mantan atasannya saat bertugas di medan operasi militer.
Mantan atasan yang dimaksud adalah Jenderal TNI (Purn) Yunus Yosfiah, yang pernah tiga kali menjadi atasan Prabowo dalam operasi di Timor Timur. Ia secara blak-blakan membeberkan karakter asli sang Presiden ketika berada di garis depan.
BACA JUGA: Said Didu Keliling Temui Tokoh Bangsa, Serukan Kedaulatan Rakyat dan Bersih dari Oligarki
Yunus Yosfiah mengatakan bahwa kualitas seorang perwira tidak diukur dari jabatan di belakang meja, melainkan saat berada di daerah operasi. Dalam konteks itulah ia menilai Prabowo.
“Kalau di militer, kualitas perwira itu dilihat waktu dia di operasi, bukan di belakang meja,” kata Yunus membuka perbincangan dengan Said Didu, Eks Sekretaris BUMN di kanal YouTube Manusia Merdeka – MSD, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, selama tiga kali penugasan di Timor Timur, tidak pernah terjadi kehancuran pasukan di bawah komando Prabowo. Bahkan dalam situasi genting, Prabowo dinilai menunjukkan kepemimpinan lapangan yang nyata.
Salah satu kisah yang diungkap Yunus adalah ketika komandan Prabowo tertembak di medan operasi. Dengan kekuatan hanya 18 personel, Prabowo tetap memimpin anak buahnya untuk menyelamatkan komandannya dalam kondisi berbahaya.
“Dia gotong komandannya. Jaraknya jauh, situasi gawat, baru saja dihadang. Tapi dia bisa selamatkan,” ujar Yunus.
Empat Kali Pimpin Pasukan
Dalam perbincangan tersebut, Yunus juga mengungkap bahwa Prabowo tercatat empat kali memimpin pasukan dalam operasi militer. Menurutnya, tidak banyak perwira yang memiliki rekam jejak operasi sebanyak itu.
Ia bahkan menantang publik untuk menunjukkan jenderal lain yang pernah berkali-kali kembali ke daerah operasi dalam durasi panjang.
“Coba tunjukkan jenderal yang sampai tiga kali, empat kali ke operasi. Itu bukan waktu singkat. Setahun saja sudah banyak peristiwa tragis,” katanya.
Yunus menilai, dalam situasi tekanan, rasa takut, dan ancaman terhadap nyawa, karakter asli seorang pemimpin akan terlihat. Dalam pengalamannya, Prabowo tidak pernah memanipulasi laporan, tidak pernah berbohong kepada atasan, serta disiplin terhadap tugas.
“Tidak pernah saya marahi. Tidak pernah terlambat. Tidak pernah laporan yang tidak benar,” tegasnya.






