Jakarta – Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi resmi maju di Pilkada Banten 2024, setelah sebelumnya nyaris tidak dapat berlayar karena sebelumnya, terbentur syarat dukungan partai politik minimal 20 persen atau 25 persen suara.
Namun, situasi politik berubah secara tak terduga berkat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan ambang batas Pilkada, sehingga peta politik di Banten berubah dan memungkinkan pasangan Airin-Ade untuk maju meski hanya diusung oleh PDIP.
BACA JUGA:Â Airin-Ade Gagal Berlayar di Pilgub Banten? Hasto Bilang Begini
Dalam keputusannya, Ketua MK Suhartoyo mengabulkan sebagian permohonan Partai Buruh dan Partai Gelora.
Mahkamah menyatakan bahwa Pasal 40 ayat (1) UU Pilkada tidak lagi mempunyai kekuatan hukum yang mengikat sepanjang tidak dimaknai bahwa partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan untuk mengusulkan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur. Keputusan ini secara langsung berdampak pada kemampuan partai politik dengan perolehan suara lebih rendah untuk mencalonkan kandidat.
Meski tanpa dukungan Golkar, Airin dan Ade Sumardi tetap dideklarasikan oleh PDIP sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Minggu (25/8/2024).
“Calon gubernur Banten kita Ibu Airin,” ujar Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah dalam keterangannya, Minggu (25/8/2024).
Dengan raihan suara PDIP sebanyak 853.565 pada Pileg DPRD Banten dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 8.925.888, PDIP kini dapat mencalonkan sendiri karena melebihi ambang batas Pilkada yang telah ditetapkan, yaitu 7,5 persen untuk DPT 6 juta hingga 12 juta.
Akan tetapi, tidak didukungnya Airin oleh Golkar dianggap sebagai bagian dari manuver politik partai tersebut, yang berbeda arah dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam Pilgub Banten 2024 yang sudah mendukung pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.
DPP Golkar Tak Berikan Rekomendasi, DPD Golkar Banten Tetap Dukung Airin
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, mengungkapkan bahwa meskipun Golkar secara resmi tidak mendukung Airin, ia tetap memberikan dukungan secara pribadi kepada Airin dalam Pilkada ini.






