Masih Perawan, Prancis Bisa Meringis Dihajar Mali

Jakarta – Semifinal Piala Dunia U-17 mempertemukan Prancis vs Mali. Tim asal Afrika ini tentunya memiliki motivasi besar untuk membuat Prancis terkapar di Stadion Manahan Solo sore ini (28/11).

Tapi itu jelas tak mudah. Sebab Prancis bukanlah Mexico, yang bisa dibungkam Mali dengan skor telah 5-0 di babak 16 besar.

Gol-gol Mali kala itu dicetak oleh Mahamoud Barry (2 gol), Ibrahim Diarra, Ibrahim Kanate, dan Ange Martial Tia. Artinya Mali punya modal untuk membongkar solidnya pertahanan Prancis. Setidaknya banyak pemain Mali yang bisa mencetak gol. Ini yang harus diwaspadai Prancis.

Bagaimana dengan peluang Tim Ayam Jantan dari Eropa ini? Prancis memiliki segalanya untuk meraih tiket final.

Bahkan Prancis memiliki rekor istimewa karena menjadi satu-satunya tim yang gawangnya masih perawan hingga babak semifinal. Bahkan Prancis juga adalah satu-satunya tim unggulan yang mampu bertahan sejauh ini.

Sementara tim ungggulan lainnya seperti Brasil, Spanyol, dan Inggris sudah angkat koper sebelum menyentuh garis semifinal.

Jika Prancis mampu melaju hingga semifinal, tentu ini sudah banyak yang memprediksinya. Bahkan jelang melawan Mali di semifinal, Prancis banyak diunggulkan akan mampu lolos ke partai final. Wajar, karena memang Prancis memiliki segalanya.

Termasuk sejarah di Pildun U-17. Praktis hanya Prancis yang sudah menyabet gelar Pildun U-17. Sementara Mali, Argentina, dan Jerman, belum sekali pun menjadi kampiun.

Baca juga: Mengukur Nyali Mali

Kembali ke Prancis, jika lihat permainan terakhirnya kala jumpa Uzbekistan, rasanya Prancis tak layak dijagokan untuk menjadi juara. Prancis bermain tidak seperti ayam yang jago.

Prancis tidak efisien. Terutama dalam hal finishing touch. Wajar jika Prancis merasa buntu waktu bertemu Senegal dan Uzbekistan.

Bahkan ketika di perdelapan final melawan Senegal, permainan Prancis benar-benar sudah mentok. Justru Senegal yang berpeluang memulangkan Prancis saat itu. Beruntung saat adu penalti, Prancis memiliki kiper tangguh Paul Argney sehingga Prancis menang adu penalti.

Ketangguhan Argney memang jadi andalan tim Eropa Barat ini. Bahkan tembok kuat pertahanan Prancis dibuktikan dengan belum adanya satu gol pun yang bersarang di gawang Argney (dalam waktu normal). Ini rekor istimewa di laga sekelas Piala Dunia.

Jadi semifinal pertama antara Prancis vs Mali yang berlangsung di Manahan Solo (pukul 15.30 WIB) dipastikan akan berlangsung seru. Mali akan mengandalkan kekuatan fisik dan diimbangi dengan kemampuan mencetak gol tinggi.

Sementara Prancis, akan mengandalkan kekuatan sayap-sayapnya untuk merobek jala Mali. Penyelesaian akhir akan menjadi kunci Prancis. Bermain tidak efektif, sama saja bunuh diri. Sebab Ibrahim Diarra, Mahamoud Barry, dan Mamadou Doumbia (Mali) bisa saja membongkar gawang Argney yang masih perawan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar