“Kami menunjukkan kepada anak-anak kami bahwa kita harus ada untuk seseorang, apa pun kondisinya,” ungkap Rebecca dalam sebuah sesi wawancara sebelum kepergian Eric.
Pernyataan resmi keluarga menyebutkan bahwa Eric menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan tenang, dikelilingi oleh teman-teman terkasih dan tentu saja, kedua putri cantiknya, Billie Beatrice dan Georgia Geraldine. Bagi Eric, kedua putrinya adalah “pusat duniaku,” dan dedikasinya sebagai ayah tetap tak tergoyahkan meski ia harus berjuang melawan kelumpuhan saraf.
Sejak memerankan dr. Mark Sloan, Eric Dane telah mengubah standar karisma di layar kaca. Namun, perjuangan terakhirnya melawan ALS justru menunjukkan sisi pahlawan yang sebenarnya. Ia menggunakan sisa waktunya untuk menjadi aktivis dan menyuarakan kesadaran akan penyakit ALS, meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar peran di televisi.
Selamat jalan, Eric Dane. Terima kasih atas semua kenangan dan pelajaran tentang arti kesetiaan yang sesungguhnya.






