Megawati Ungkap Misteri di Balik Surat Supersemar

Yogyakarta – Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, membuka diskusi tentang surat penting dalam sejarah Indonesia, yaitu Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar. Surat ini dikeluarkan oleh Presiden pertama RI, Sukarno, kepada Soeharto pada tahun 1966, memberikan otoritas besar untuk mengatasi situasi genting.

Megawati mengungkapkan pandangannya saat hadir di peresmian Patung Bung Karno di Omah Petroek, Sleman, DIY. Dalam pidatonya, ia mengingat masa akhir kepemimpinan ayahnya.

“Sejarah dari sini sampai sekarang kalau saya lihat ini permasalahan politik dan geopolitik. Mengapa, ketika zaman Pak Harto, saya dengan segala hormat saya, atau zaman orde baru mengapa kita melihat itu bahwa penyimpangan sejarah sebenarnya,” ujarnya, Rabu (23/8/2023).

Baca juga: Flashback PDIP Saat Hadapi Prabowo-Hatta di Pilpres 2014

Berpikir Logis tentang Peristiwa Supersemar

Dalam sebuah diskusi di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Megawati mendorong semua orang untuk berpikir secara logis mengenai peristiwa Supersemar yang mengarah pada perubahan kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto.

“Gampangnya, saya di Lemhannas mengatakan begini, kalian mbok mikir, peristiwa itu jangan lihat saya anaknya (Sukarno), tapi berpikirlah logic dan obyektif,” tambah dia.

Penyimpangan Sejarah

Megawati mengatakan rasa herannya mengenai dituduhnya ayahnya bersekutu dengan PKI, yang kemudian dinyatakan terlarang pada tahun 1966, meskipun sebelumnya Sukarno telah diangkat sebagai presiden seumur hidup oleh MPRS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *