RUANGBICARA.co.id – Pertemuan antara dua tim yang menjadi kuda hitam musim ini, yaitu Sunderland dan Newcastle United, menjadi laga yang sungguh sengit pada pekan ke-16. Pertandingan tersebut dilaksanakan di Stadium of Light, kandang Sunderland, pada 14 Desember 2025 pukul 21.00 WIB. Pada pertemuan kedua tim yang sering disebut Derby Tyne-Wear itu, Sunderland berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.
Namun, pada laga yang dimenangkan oleh pasukan asuhan pelatih Regis Le Bris ini, para pemain Sunderland sama sekali tidak menciptakan gol ke gawang Newcastle United yang dikawal Aaron Ramsdale. Gol kemenangan The Black Cats justru hadir secara cuma-cuma lewat gol bunuh diri Nick Woltenmade pada awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-46.
Dengan kemenangan yang diraih ini, Sunderland masih bertahan di peringkat ke-7 klasemen sementara musim ini. Selain itu, kemenangan tipis tersebut membuat The Black Cats tetap terhindar dari noda kekalahan di Stadium of Light dalam lima laga kandang terakhir.
Lewat kemenangan dari gol bunuh diri punggawa Newcastle tersebut, semakin menegaskan arti penting Derby Tyne-Wear bagi Sunderland. Momen ini menjadi ajang unjuk gigi The Black Cats untuk mempertegaskan dominasi atas rival mereka, sekaligus menandai derby Tyne-Wear pertama di kasta tertinggi Liga Inggris setelah hampir sepuluh tahun.
Pertemuan terakhir kedua tim di level tertinggi terjadi pada 25 Oktober 2015 silam, tepatnya pada musim 2015/2016. Saat itu, Sunderland sukses menghajar Newcastle United di Stadium of Light dengan skor telak 3-0. Gol-gol kemenangan The Black Cats dicetak oleh Adam Johnson, Billy Jones, dan Steven Fletcher.
Namun, di balik kemenangan yang sangat bermakna bagi Sunderland atas Newcastle United musim ini, tersimpan sejarah panjang rivalitas ketat antara kedua tim yang sama-sama berasal dari wilayah Timur Laut Inggris. Berikut rangkuman singkat mengenai latar belakang dan titik balik sejarah persaingan kedua tim tersebut.
Pada awalnya, rivalitas ini berakar dari dua wilayah bertetangga, yakni Tyne dan Wear. Newcastle upon Tyne berada di utara Sungai Tyne, sementara Sunderland terletak di selatan Sungai Wear. Sejak abad ke-17 hingga ke-19, kedua kota ini telah bersaing dalam berbagai aspek, terutama industri galangan kapal, pertambangan batu bara, dan perdagangan.
Persaingan ekonomi tersebut menciptakan ketegangan sosial yang kemudian terbawa ke dunia sepak bola. Selain itu, perbedaan kelas pekerja juga memperkuat rivalitas ini. Kedua kota memiliki identitas buruh yang kuat, namun masing-masing menganggap diri mereka lebih tangguh, lebih setia, dan lebih autentik dibanding tetangganya.






