Mendesak Penegakan Hukum Terkait Sejumlah Isu Lokal, Polres Lebak Digeruduk Massa

Lebak – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lebak Peduli (AMLP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Lebak pada Senin, (4/12/2023). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kinerja kepolisian yang dianggap belum maksimal dalam menangani berbagai kasus hukum.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah penyelesaian kasus kematian mahasiswi Akbid Latansha Mashiro yang terjadi 8 tahun lalu. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak Kapolres Lebak untuk mengungkap kebenaran seputar kasus tersebut dan menegaskan perlunya penegakan hukum yang transparan dan tuntas.

Koordinator Aksi, Mulyana, menyampaikan kekecewaan terhadap penegakan hukum yang dinilai masih banyak kasus yang belum terselesaikan.

“Sekarang kami melakukan aksi kerena masih banyak sekali persoalan penegakan hukum yang tidak tegak lurus atau kinerja dalam penegakan hukum masih belum maksimal,” ujar dia, Senin (4/12/2023).

Mahasiswa juga menyoroti berbagai permasalahan lainnya, termasuk penangkapan penambang liar, penegakan hukum terhadap pengusaha tambang yang tidak melakukan reklamasi, serta dugaan pungli oleh oknum KPU Lebak terhadap Badan AdHoc.

Baca juga: HUT ke-195 Lebak Diwarnai Aksi Ricuh Mahasiswa dan Jebolnya Pagar

“Kalau kami liat dari unsur persoalan, faktor inilah yang menghambat kemajuan Kabupaten Lebak sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Dandy Rizqi Akbari S, Ketua BEM FEB Univ. La Tansa Mashiro, menyoroti beberapa kasus lain yang masih menggantung, seperti dugaan penggelapan dana KIP kuliah di Universitas STKIP Setia Budhi dan pungli di wilayah Pasar Rangkasbitung.

“Kita sangat kecewa dengan kinerja Polres Lebak. Kita meminta Kapolres Lebak agar segera mengevaluasi tataran internal sebagai penegakan hukum di Kabupaten Lebak yang sesuai dengan undang-undang serta selaras dengan PRESISI,” ungkapnya.

Mahasiswa meminta Kapolres Lebak untuk segera mengevaluasi tataran internal penegakan hukum di daerah tersebut agar sesuai dengan undang-undang dan mendukung kemajuan Kabupaten Lebak.

Sementara, Wakapolres Lebak, Kompol Nono Hartono, merespons aksi tersebut dengan baik, menyatakan kesiapannya untuk menerima masukan dan tuntutan dari mahasiswa.

“Akan kami pelajari kembali, jadi mohon bersabar ya, sekarang tuntutan ini kami terima, terimakasih atas masukannya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *