RUANGBICARA.co.id – Real Madrid atau yang biasa disebut Los Blancos dikenal sebagai tim papan atas Spanyol yang telah tersohor sejak lama. Kepopulerannya mendunia berkat deretan pemain bintang muda seperti Kylian Mbappe, Vinicius Jr., dan Jude Bellingham, yang tengah ramai dibicarakan di lini masa saat ini.
Namun, tim sekelas Real Madrid yang memiliki segudang prestasi tersebut secara mengejutkan harus menelan kekalahan dari klub bernama Albacete Balompié. Tim yang berlaga di kasta kedua Liga Spanyol itu sukses memupus langkah Los Blancos ke babak selanjutnya Copa del Rey musim ini dengan skor 3-2 pada laga yang disiarkan Kamis, 15 Januari 2026 dini hari.
BACA JUGA: Walau Terikat Red Bull, Jurgen Klopp Disebut Sulit Menolak Tawaran Real Madrid
Kekalahan ini tentu menjadi hasil yang memalukan bagi pasukan Alvaro Arbeloa yang dihuni banyak pemain muda berbakat serta sejumlah pemain bintang. Real Madrid dinilai tidak mampu memberikan perlawanan maksimal kepada tim yang secara kualitas dan sejarah memiliki jarak cukup jauh dibandingkan mereka.
Hasil tersebut pun mengundang rasa penasaran para penikmat sepak bola. Banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya seperti apa latar belakang Albacete Balompié hingga mampu menaklukkan raksasa Spanyol seperti Real Madrid. Berikut ulasan lengkap mengenai profil dan sejarah Albacete Balompié yang mendadak menjadi sorotan usai menyingkirkan Los Blancos dari Copa del Rey musim ini.
Albacete Balompié merupakan klub sepak bola profesional asal Kota Albacete, wilayah Castilla–La Mancha, Spanyol. Saat ini, Albacete berkompetisi di Segunda División atau Liga 2 Spanyol, yang merupakan kasta kedua dalam sistem liga sepak bola nasional Spanyol.
Klub ini bermarkas di Estadio Carlos Belmonte, stadion berkapasitas lebih dari 17 ribu penonton yang telah menjadi kandang Albacete sejak tahun 1960. Didirikan pada 1940, Albacete Balompié dikenal memiliki basis pendukung yang loyal meskipun tidak berasal dari kota besar. Klub ini menjadi representasi penting sepak bola di wilayah Castilla–La Mancha dan memiliki identitas kuat sebagai tim pekerja keras yang kerap bersaing di level menengah.






