Sejalan dengan rencana persiapan IPO, Pramono menilai pembentukan budaya kerja yang solid menjadi sebuah keharusan. Ia menekankan budaya kerja harus hidup dan tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk disiplin dan ketepatan waktu.
“Sejalan dengan rencana Bank Jakarta mempersiapkan diri menuju IPO, pembentukan corporate culture yang solid menjadi keharusan. Budaya kerja itu harus hidup dan menjadi identitas perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, Pramono menekankan keterbukaan dan kepercayaan publik sebagai syarat mutlak dalam pengelolaan perbankan daerah. Ia menyebut transparansi merupakan prinsip yang konsisten diterapkannya dalam kepemimpinan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Setiap keputusan strategis selalu diambil dalam forum rapat, bukan secara tertutup. Dengan begitu, tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi, intrik, maupun spekulasi,” katanya.
BACA JUGA: Meski Ada Protes Anggota DPR, Menko Yusril Tegaskan RPP Penempatan Polri Tetap Jalan
Rapat Kerja Bank Jakarta Tahun 2026 mengusung tema “Rebound Faster to Achieve 1001”. Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Bank Jakarta diharapkan mampu menyatukan persepsi dan menajamkan strategi percepatan pemulihan kinerja guna mencapai target laba bersih sebesar Rp1,001 triliun pada 2026, sekaligus memantapkan langkah menuju IPO.






