Merasa Difitnah, Erick Thohir Laporkan Tempo ke Dewan Pers

Jakarta, 14 Juli 2023 – Nezar Patria dan Ratna Irsana, Staf Khusus Menteri BUMN dan Asisten Pribadi Erick Thohir, mengajukan pengaduan terkait konten yang belum terverifikasi kepada Dewan Pers. Pengaduan ini terkait konten yang diunggah di akun YouTube Tempodotco, yang dikelola oleh perusahaan pers Tempo Media Grup. Konten tersebut berjudul “Manuver Erick Thohir Lewat PSSI dan BUMN yang Tak Disukai PDIP (Bocor Alus Politik)” dan juga disebarkan di sejumlah akun media sosial Tempo, termasuk di platform podcast Spotify.

Konten Kontroversial yang Melanggar Prinsip Jurnalistik

Menurut Nezar, konten tersebut melanggar prinsip-prinsip kerja jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik karena tidak melalui tahapan verifikasi dan konfirmasi yang seharusnya dilakukan. Konten tersebut berisikan percakapan oleh tiga wartawan Tempo dan mengandung tudingan, fitnah, serta informasi yang belum terverifikasi yang merugikan Erick Thohir.

Erick Thohir Melaporkan Pengaduan ke Dewan Pers sebagai Bentuk Penghormatan

Erick Thohir mengambil langkah untuk melaporkan konten tersebut ke Dewan Pers sebagai penghormatan terhadap kebebasan pers. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa ia tidak ingin mengkriminalisasi produk pers. Lebih lanjut, konten tersebut berpotensi melanggar Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Erick Thohir berharap Dewan Pers akan memproses pengaduan tersebut secara adil dan menghentikan penyebaran konten Tempodotco yang belum terverifikasi, berpotensi fitnah, dan tidak akurat di media sosial.

Respons Positif dari Ketua Dewan Pers dan Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers

Respons dari Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, terhadap pengaduan yang diajukan oleh Erick Thohir sangat positif. Ninik Rahayu dengan tegas menyatakan bahwa pihak Dewan Pers akan menyelidiki pengaduan tersebut dengan seksama. Selanjutnya, mereka akan mengundang pihak Tempo untuk memberikan keterangan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sengketa pers tersebut akan diputuskan secara adil. Selain itu, dalam proses tersebut, Tempo Media Grup akan diwakili oleh Arif Zulkifli selaku CEO yang tidak akan terlibat.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers. Mereka menekankan pentingnya verifikasi dan konfirmasi dalam menyajikan konten jurnalistik yang akurat dan berimbang. Selanjutnya, mereka berencana untuk menguji konten tersebut dari tiga dimensi, yaitu akurasi, keseimbangan, dan ketiadaan maksud buruk.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Alasan FIFA Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023

Pertama-tama, konten melanggar Kode Etik Jurnalistik.

Selanjutnya, Erick Thohir berharap Dewan Pers menguji akurasi, keseimbangan, dan maksud konten tersebut.

Dalam hal ini, Nezar Patria menyerahkan link pemuatan konten, transkrip percakapan, dan tangkapan layar tayangan podcast tersebut kepada Dewan Pers.

Dewan Pers Apresiasi Aduan Erick Thohir

“Saya kira itu komitmen beliau untuk menyelesaikan lewat Dewan Pers. Kepercayaan yang diberikan Pak Erick Thohir dengan meminta penyelesaian ini ke Dewan Pers, kami sangat apresiasi dan patut menjadi contoh bagi yang lain jika ada sengketa terkait konten media,” ujar Ninik.

Selanjutnya, Dewan Pers akan mempelajari pengaduan tersebut dan mengundang Tempo untuk memberikan keterangan.

Di samping itu, Dewan Pers menjamin keputusan yang adil dalam sengketa pers tersebut.

Dalam kasus ini, khususnya yang melibatkan Tempo Media Grup, Arif Zulkifli, CEO perusahaan tersebut, tidak akan terlibat dalam proses tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Yadi Hendriana.

“Intinya kami percaya sebuah produk jurnalistik harus melalui tahapan verifikasi dan konfirmasi,” jelas Yadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *