Meski Langgar Aturan, Kepala Desa Se-Indonesia Dukung Prabowo-Gibran

Jakarta – Minggu kemarin, (19/11/2023) telah dilangsungkan acara bertajuk “Desa Bersatu Untuk Indonesia Maju” yang melibatkan para Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Indonesia di Indoor Multifunction Stadium Senayan Jakarta.

Dalam surat undangan yang tersebar, perihal dari acara tersebut bermaksud memberikan undangan deklarasi nasional untuk Kepala Desa yang bernaung dalam organisasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) agar hadir dengan membawa perangkat Desa.

Tak hanya Apdesi, acara ini juga dihadiri oleh beberapa organisasi perangkat daerah diantaranya, ialah; DPN PPDI (Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia), ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional), DPP AKSI (Asosiasi Kepala Desa Indonesia), dan KOMPAKDESI (Komunitas Purnabakti Kepala Desa Seluruh Indonesia) merupakan beberapa organisasi yang turut serta dalam acara tersebut. Kelompok ini juga melibatkan PABPDSI (Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia), DPP PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia), dan Persatuan Masyarakat Desa Nusantara.

Telihat juga, mereka tampil dengan seragam kemeja berwarna putih dan celana hitam,

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, setiap kepala desa masing-masing membawa minimal lima perangkat desa untuk memberikan dukungan dan meramaikan acara deklarasi yang digelar pada siang hari ini.

Pada pukul 13.47, beberapa elit partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju terlihat hadir dan menambah semarak acara tersebut.

Sepanjang berlangsungnya acara, para perangkat desa semangat menggemakan sorakan “Hidup Prabowo” sambil menampilkan salam dua jari. yang menunjukan dukungan kepada Prabowo-Gibran sendiri sebagai pasangan capres-cawapres nomor urut dua pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Beberapa tokoh partai politik, antara lain Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Anggota DPR RI serta jubir TKN Prabowo-Gibran Andre Rosiade, Budiman Sudjatmiko, turut hadir dalam acara Silaturahmi Nasional Desa 2023.

Gibran Rakabuming Raka juga terlihat bersama istrinya Silvi Ananda pada pukul 15.30 WIB dan memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Baca juga: Janji Prabowo-Gibran soal Dana Abadi Pesantren Dikritik Pendukung Ganjar

Kepala Desa Dilarang Berikan Dukungan

Hal ini yang kemudian menjadi kontroversi publik, banyak pengamat dan warganet memberikan tanggapan secara kritis atas adanya upaya pengerahan mobilisasi masa Kepala Desa dan perangkat Desa yang hadir dalam deklarasi tersebut.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 280 tentang Pemilu; kepala desa, perangkat desa, dan anggota badan permusyawaratan desa dilarang menjadi pelaksana atau tim kampanye pemilu.

“Kepala Desa dilarang ikut sebagai pelaksana kampanye, harus netral sebagai kepala desa,” kata Totok Hariyono, Kepala Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu kepada media, Senin (20/11/2023).

Totok juga menuturkan bahwa Kepala desa (kades) dilarang memberikan keputusan yang dapat merugikan atau menguntungkan peserta pemilu, termasuk dukungan kepada calon presiden (capres) atau calon legislatif (caleg).

“Kepala desa dan pengawas pemilu harus saling mendukung dan melakukan sosialisasi, apa yang harus dan tidak harus dilakukan pada saat masa kampanye,” jelasnya.

APDESI Bantah Tapi Mendukung

Tetapi aturan hanyalah aturan, dominasi pengaruh kekuasaan Jokowi lebih kuat, sehingga bisa memanfaatkan aras kepentingan nasional untuk memenangkan putra sulungnya Gibran.

Meski hal dukungan ini dibantah oleh Koordinator Nasional Desa Bersatu, Muhammad Asri Annas, namun desas-desusnya memberikan sinyal dukungan ke salah satu pasangan Capres-Cawapres.

”Tetapi udah-lah, kalau teman-teman penggerak desa ini tahu apa yang dilakukan. Kalau mau memberikan dukungannya penuh kepada capres atau cawapres, tidak harus deklarasi kalau kami mau,” kata Asri Annas kepada media, saat acara deklarasi Desa Bersatu Minggu, (19/11/2023).

Meskipun demikian, ia mengakui bahwa dukungan tersirat terhadap Prabowo-Gibran telah disampaikan dan mengklaim bahwa sejumlah organisasi yang turut hadir meyakini bahwa pasangan Prabowo-Gibran dapat mewujudkan aspirasi perangkat desa, termasuk peningkatan dana desa hingga Rp 5 miliar per desa, kenaikan dana operasional pemerintah desa dari 3 persen menjadi 5 persen, dan perbaikan kesejahteraan perangkat desa.

”Jadi, enggak penting untuk menghadirkan semua (pasangan capres-cawapres). Yang kami butuhkan adalah siapa yang mau mengakomodasi (aspirasi kami). Dalam pandangan kami, rasanya Pak Prabowo dan Mas Gibran mengakomodasi. Jadi, kalau ada yang keluar mengatakan ini deklarasi, enggak. Tidak harus deklarasilah. Teman-teman (perangkat desa) lebih tahulah cara kerjanya. Ya (memberikan dukungan tersirat) kira-kira seperti itulah, ya,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar