Pemutusan Kontrak
Pemutusan kontrak secara mufakat ini tetap menyisakan tanda tanya di kalangan pencinta sepak bola, khususnya suporter Persija Jakarta. Sejumlah faktor mendasar menjadi alasan dilepasnya Gustavo Franca, dengan evaluasi pemain oleh manajemen klub sebagai aspek utama.
Selama membela Persija pada musim ini, kontribusi pemain asal Brasil tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tim. Minimnya menit bermain dalam beberapa pertandingan terakhir menjadi indikator bahwa posisinya di dalam skuad mulai tergeser.
Secara statistik, Gustavo Franca hanya mampu mencatatkan 1 gol dan 1 assist dari total 13 pertandingan yang dijalani bersama Macan Kemayoran pada musim Super League 2025/2026. Catatan tersebut dinilai belum cukup signifikan untuk memperkuat perannya di dalam tim.
Selain faktor teknis, kebijakan kuota pemain asing di Liga 1 Indonesia atau BRI Super League musim ini juga menjadi pertimbangan penting. Kehadiran pemain asing baru, Alaedinne Ajarine, membuat manajemen Persija harus mengambil keputusan strategis agar komposisi skuad tetap sesuai dengan regulasi kompetisi. Keputusan tersebut pun disepakati bersama oleh pihak Gustavo Franca.
BACA JUGA:Â Carrick Ungkap Peran Rahasia Kobbie Mainoo di Balik Kemenangan MU di Derby Manchester
Secara keseluruhan, berakhirnya kerja sama antara Persija Jakarta dan Gustavo Franca merupakan hasil dari evaluasi teknis, kebutuhan strategis tim, serta kesepakatan bersama demi kebaikan klub dan pemain secara adil bagi kedua belah pihak.






