RUANGBICARA.co.id – Dunia detektif klasik kembali berdenyut. Netflix resmi merilis adaptasi terbaru karya sang ratu misteri, Agatha Christie, bertajuk The Seven Dials Mystery pada 15 Januari 2026. Namun, penonton diminta melupakan sejenak kumis kaku Hercule Poirot atau rajutan khas Miss Marple.
Kali ini, Netflix mengajak audiens menyelami petualangan yang jauh lebih energik, penuh konspirasi, dan tentu saja, mematikan.
Ditulis oleh Chris Chibnall—nama besar di balik Broadchurch dan Doctor Who—serial ini menghadirkan napas baru bagi novel tahun 1929 yang kerap dianggap sebagai salah satu karya Agatha Christie paling berjiwa muda dan sarat petualangan.
Awal Misteri
Kisah bermula dalam sebuah pesta akhir pekan di rumah megah Chimneys. Sekelompok anak muda yang gemar bersenang-senang berinisiatif mengerjai salah satu teman mereka, Gerry Wade, yang dikenal sangat sulit bangun pagi. Mereka menyusun tujuh jam weker di kamarnya, berharap bunyi dering serempak dapat mengejutkannya.
Namun, pagi hari justru menghadirkan mimpi buruk. Gerry Wade tak pernah terbangun. Ia ditemukan tewas di tempat tidurnya, dengan satu jam weker menghilang secara misterius.
Apa yang semula dianggap sebagai kecelakaan tragis akibat obat tidur, perlahan berubah menjadi teka-teki gelap yang penuh tanda tanya.
Lady Eileen “Bundle” Brent, seorang gadis muda yang cerdas, pemberani, dan gemar memacu mobil cepat, mencium adanya kejanggalan. Penyelidikannya membawa Bundle pada jejak sebuah organisasi rahasia bernama “The Seven Dials”, yang menyimpan konspirasi berbahaya.






