Perlunya Masterplan
Selain itu, MTI juga mengingatkan pentingnya penyusunan masterplan untuk sistem transportasi lintas wilayah Jabodetabek yang terintegrasi dan sistematis.
Menurut Tory, tanpa adanya masterplan yang jelas, pengembangan layanan lintas wilayah seperti Transjabodetabek dapat terhambat dan tidak optimal dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum yang lebih efisien dan andal.
“Masterplan Jabodetabek bukan hanya rencana teknis, tetapi juga dasar bagi kolaborasi penyelenggaraan dan pembiayaan layanan lintas daerah. Jakarta perlu menjadi penggerak awal, namun wilayah Bodetabek juga harus berpartisipasi sesuai dengan manfaat yang diterima masyarakatnya,” ujar Tory dalam siaran persnya.
Sementara, Yusa Cahya Permana, Ketua MTI Jakarta, menambahkan bahwa dengan adanya masterplan, pembagian tanggung jawab dan pembiayaan antar wilayah akan menjadi lebih jelas.
DKI Jakarta, sebagai penggerak utama, dapat membiayai tahap awal. Namun, seiring dengan tercapainya target farebox recovery ratio yang memadai, beban subsidi dapat dialihkan ke wilayah Bodetabek.
BACA JUGA:Â Rute Transjabodetabek Ditolak Kota Wisata, Pakar Minta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ambil Sikap
“Melalui perencanaan bersama yang terukur, kita bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengalihkan subsidi, misalnya ketika farebox recovery ratio sudah mencapai 70%,” tambah Yusa.






