RUANGBICARA.co.id, Kepri – Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan karena posisinya yang begitu strategis di jalur perdagangan dunia. Tidak kurang dari 42 persen arus perdagangan global melintas di wilayah ini, menjadikan Kepri sebagai salah satu simpul penting dalam rantai logistik internasional. Namun, karakter geografisnya yang berbentuk kepulauan menghadirkan tantangan besar dalam penyediaan transportasi yang efektif dan terintegrasi.
Dalam Seminar Nasional bertema “Strategi Kebijakan Transportasi Kepulauan Riau Menuju Daya Saing Global dan Keberlanjutan Internasional” yang digelar pada Jumat (14/11/25) di Harmoni One Convention, Batam, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menegaskan perlunya langkah konkret untuk memperkuat ekosistem transportasi Kepri.
BACA JUGA: Satu Juta Warga Miskin Jakarta Dipastikan Tetap Nikmati Subsidi Pangan
Ketua Umum MTI Tory Damantoro menilai Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah percontohan dalam pengembangan kebijakan transportasi inovatif, ramah lingkungan, dan terintegrasi. Menurutnya, pembangunan transportasi di Kepri harus diarahkan pada efisiensi konektivitas antar-pulau, peningkatan kualitas layanan publik, serta pemanfaatan teknologi cerdas dan energi bersih.
“Dengan karakter kepulauan dan orientasi internasionalnya, Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi contoh penerapan kebijakan transportasi yang inovatif, ramah lingkungan, dan terintegrasi lintas moda,” ujarnya.
Selain sebagai kawasan industri dan perdagangan, Kepri juga dikenal sebagai destinasi wisata unggulan. Masuknya wisatawan mancanegara menuntut standar mobilitas yang lebih tinggi—mulai dari keamanan, kenyamanan, hingga modernisasi infrastruktur.
Tory menegaskan bahwa penguatan konektivitas udara, laut, dan darat merupakan kunci untuk menciptakan pengalaman mobilitas yang mulus (seamless), baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Dengan demikian, Kepri berpotensi mengokohkan diri sebagai hub transportasi maritim dan pariwisata berkelas dunia.






