RUANGBICARA.co.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang pesat, termasuk dalam bidang seni dan animasi.
Salah satu inovasi terbaru adalah kemampuan ChatGPT dalam menciptakan gambar dengan gaya animasi khas Studio Ghibli. Namun, kemajuan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan seniman karena dianggap dapat mengancam mata pencaharian mereka.
Bobby Chiu, pendiri Imaginism Studios, dalam kanal YouTube pribadinya, Chiu on THIS, menyoroti bagaimana AI dapat mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dianggap aman.
BACA JUGA:Â Cara Mengembalikan Chat WhatsApp yang Terhapus dengan Mudah
“Banyak pekerjaan yang dulunya aman kini mulai terancam oleh otomatisasi, termasuk di bidang seni,” ujar Chiu, dikutip Minggu (30/3/2025).
Chiu mengungkapkan bahwa AI mampu meniru berbagai gaya seni tanpa memberikan keuntungan kepada pencipta aslinya. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa karya seni manusia bisa dengan mudah diduplikasi tanpa izin atau kompensasi yang layak.
“Seniman merasa dirugikan karena AI bisa meniru gaya mereka tanpa izin dan tanpa memberikan kompensasi yang layak,” tegasnya.
Tak hanya dalam seni, dampak AI juga terasa di sektor lain seperti hukum dan kedokteran. Bahkan, miliarder Bill Gates memprediksi bahwa dalam 10 tahun ke depan, profesi dokter dan perawat bisa saja tergantikan oleh AI.
Beralih Otomatisasi
Di Tiongkok, konsep dark factories, yaitu pabrik yang sepenuhnya dioperasikan oleh robot tanpa membutuhkan pencahayaan, sudah menjadi kenyataan. Perusahaan otomotif seperti BYD mulai membangun pabrik yang didominasi sistem otomatis.
Salah satu dampak terbesar dari revolusi AI ini adalah ketimpangan ekonomi yang semakin tajam.






